Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Bong Joon ho Ajak Pembuat Film Bicara Kekerasan Anti-Asia

Sabtu 17 Apr 2021 05:25 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Esthi Maharani

 Sutradara Parasite Bong Joon-ho memegang piala Oscar.

Sutradara Parasite Bong Joon-ho memegang piala Oscar.

Foto: AP
Pembuat film bisa lebih berani berurusan dengan persoalan kekerasan

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Penulis-sutradara film komedi hitam Korea Selatan Parasite Bong Joon-ho meminta para pembuat film turut menangani masalah kejahatan anti-Asia baru-baru ini di Amerika Serikat. Bong berbagi pandangannya tentang serentetan kekerasan rasial baru-baru ini di Amerika Serikat dan peran industri film, selama penampilannya sebagai pembicara tamu untuk seri Kelas Master Dodge College di Universitas Chapman, beberapa waktu lalu.

“Sebagai seseorang yang merupakan bagian dari umat manusia, sebagai pribadi, sangat menakutkan  menyaksikan kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika dan gerakan Black Lives Matter," kata Bong dilansir Yonhap News, Sabtu (17/4).

Dia mengatakan membuat film membutuhkan banyak waktu dan uang, itu adalah unit besar yang tidak dapat menanggapi dengan cepat masalah yang sedang terjadi di masyarakat. Namun karena itu, dia menyebut pembuat film bisa lebih berani berurusan dengan masalah dan tidak perlu takut untuk menghadapinya.

Dia mencontohkan film drama komedi Spike Lee Do the Right Thing (1989) merupakan tontonan yang menggambarkan masalah rasisme di Amerika. Menurut dia, film itu menjadi contoh bagaimana pembuatnya menyalurkan wawasan menggambarkan masalah yang saat ini mendidih di bawah permukaan masyarakat.

Film tersebut dirilis tiga tahun sebelum Los Angeles Riots terjadi, kerusuhan pada 1992 terjadi setelah empat polisi dibebaskan karena menggunakan kekerasan berlebihan dalam penangkapan aktivis Afrika-Amerika Rodney Glen King.

Bong mengatakan dia mengambil pendekatan seperti itu dalam membuat Parasite, dengan upaya untuk mengatasi masalah mendasar masyarakat saat ini, yaitu ketimpangan ekonomi yang tumbuh antara yang kaya dan miskin. "Sebagai pencipta dan seniman, Anda harus melihat esensi dan pertanyaan sentral dalam masyarakat kita melalui hari-hari yang Anda jalani dan mengirimkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu melalui karya Anda," ujar Bong.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA