Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Lansia Belum Berkenan Divaksin Jadi Tantangan Dinkes DKI

Sabtu 17 Apr 2021 02:23 WIB

Red: Andri Saubani

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi covid-19 dosis satu di Puskesmas Kelurahan Petojo, Jakarta Pusat, Rabu (14/4). Pemprov DKI Jakarta menargetkan 95 persen warga kelompok lanjut usia di DKI Jakarta sudah melakukan vaksinasi covid-19 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijiriah dengan target jumlah vaksinasi lansia sebanyak 911.631 orang. Republika/Thoudy Badai

Warga lanjut usia mengikuti vaksinasi covid-19 dosis satu di Puskesmas Kelurahan Petojo, Jakarta Pusat, Rabu (14/4). Pemprov DKI Jakarta menargetkan 95 persen warga kelompok lanjut usia di DKI Jakarta sudah melakukan vaksinasi covid-19 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijiriah dengan target jumlah vaksinasi lansia sebanyak 911.631 orang. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Capaian vaksinasi lansia di DKI Jakarta baru 60 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengakui vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) saat ini baru mencapai 60 persen. Salah satu kendalanya adalah banyaknya warga lansia yang belum peduli akan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan pada awal vaksinasi lansia dilakukan, antusiasme sangat tinggi sehingga terbilang cepat mencapai vaksinasi 40 persen warga lansia. Namun kini, masih terdapat sisa target sasaran termasuk mereka yang tak antusias divaksin.

"Lansia saat ini sudah tervaksin sekitar 60,4 persen. Masih banyak pekerjaan rumah, masih banyak yang belum berkenan. Awalnya kami cepat sampai angka 40 persen. Begitu sudah 50-60 persen sekarang agak sulit. Artinya lansia yang betul-betul peduli dan berkenan divaksin sudah selesai di periode sebelumnya," ujar Widyastuti dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (16/4).

Baca Juga

Kondisi ini, kata Widyastuti, dikarenakan beragamnya masyarakat Jakarta mulai dari kultur, tingkat pendidikan, kemampuan ekonomi dan lain sebagainya. Sehingga, gelombang awal lansia yang mendaftar cenderung pro aktif mendaftar dalam format digital dan undangan ke faskes secara digital.

Sementara sekarang, sisa target lansia kebanyakan adalah mereka yang kurang familiar dengan teknologi, hingga yang enggan melakukan vaksin di lokasi yang jauh meski telah difasilitasi dengan sistem antar jemput menggunakan bus sekolah ke fasilitas kesehatannya.

"Di awal program lansia itu, lansia segmen tertentu daftar secara digital dan dijadwalkan secara digital, tapi semakin ke sini ada kelompok yang kurang familiar dengan format digital sehingga tidak berkenan vaksinasi dilakukan di tempat yang jauh dari tempat tinggal," kata dia.

Akhirnya, Pemprov DKI berupaya mendekatkan vaksin dengan masyarakat dengan membentuk sentra vaksin lokal yang melibatkan perangkat RT, RW, kelurahan, untuk menyediakan lokasi vaksin yang dekat dengan para lansia di wilayahnya.

"Kita buka sentra vaksin lokal di kelurahan apakah itu di sekolah, kebetulan lagi belajar di rumah, sehingga tanpa biaya besar kita manfaatkan sekolah. Kemudian juga ada taman, mal. Jadi kami coba siapkan berbagai bentuk tempat layanan. Karenanya kami imbau ayo sayangi dan lindungi orang tua kita dengan mengajak vaksinasi," ucapnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA