Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Pejabat Pemkab Cianjur Meninggal Akibat Covid-19 Bertambah

Jumat 16 Apr 2021 23:11 WIB

Red: Andri Saubani

Pemkab Cianjur menggelar rakor. (ilustrasi)

Pemkab Cianjur menggelar rakor. (ilustrasi)

Foto: humas pemkab Cianjur
Yana menjadi pejabat ketujuh Pemkab Cianjur yang meninggal akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Satgas Covid-19 Cianjur, Jawa Barat, kembali mencatat seorang pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, Yana Kamaludin Sekretaris Diskoperindagin, meninggal akibat infeksi SARS-CoV-2. Sehingga, total tujuh ASN meninggal karena positif Covid-19.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan, Yana sempat menjalani isolasi di RSUD Cianjur karena sempat mengeluhkan sakit. Setelah dilakukan tes PCR, yang bersangkutan positif Covid-19.

"Yana yang menjabat Sekretaris Diskoperindagin Cianjur, positif Covid-19 disertai penyakit, sehingga menjalani isolasi di rumah sakit. Selang beberapa hari menjalani isolasi, yang bersangkutan meninggal dunia," kata Yusman.

Baca Juga

Yana merupakan pejabat ketujuh yang meninggal akibat Covid-19 di lingkungan Pemkab Cianjur. Sehingga, pihaknya terus mengimbau seluruh ASN untuk menerapkan AKB dan mematuhi protokol kesehatan saat melakukan kegiatan di dalam dan luar kantor.

Ia menjelaskan, sebelumnya Yana dan anggota keluarganya sempat menjalani isolasi di Vila Ciherang, namun kondisinya terus menurun, sehingga dirujuk ke RSUD Cianjur, guna mendapatkan pertolongan medis secara intensif. Namun, nasib berkata lain, Yana meninggal selang beberapa hari di rawat di rumah sakit.

"Gugus tugas langsung melakukan penelusuran terhadap anggota keluarga dan keluarga besar almarhum, sebagian besar dari mereka juga positif dan saat ini masih menjalani isolasi di vila khusus," katanya.

Kembali tingginya angka penularan di Cianjur dan banyak ASN yang positif, membuat Pemkab Cianjur, memperpanjang penerapan kerja di rumah (work from home) untuk sebagian ASN. Bahkan pihaknya akan memperketat pemantauan di masing-masing dinas dan OPD guna memutus rantai penularan.

"Kita akan pertegas larangan mudik bagi ASN dan warga Cianjur di luar atau warga luar yang tinggal di Cianjur. Ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus berbahaya yang kembali tinggi. Untuk ASN pemberlakuan WFH akan diperpanjang," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA