Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Pak Ogah Tewas Ditikam Karena Rebutan Jatah di Perlintasan

Sabtu 17 Apr 2021 04:34 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Bilal Ramadhan

Ilustrasi pembunuhan.

Ilustrasi pembunuhan.

Foto: IST
Polisi sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penikaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Andri (60 tahun), seorang pak ogah, meregang nyawa usai ditikam rekannya sendiri di perlintasan sebidang kereta di Jalan Bandengan Utara, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Pemicu perselisihan itu soal pembagian waktu menjaga area perlintasan ilegal tersebut.

Kapolsek Tambora, Kompol Faruk Rozi mengatakan, pelaku menganiaya korban dengan sebilah pisau di perlintasan sebidang itu pada Kamis (15/4). Korban ditikam di bagian leher. Alhasil, korban meninggal dunia.

Faruk menjelaskan, korban dan pelaku sama-sama bekerja menjaga perlintasan sebidang atau biasa dikenal sebagai pak ogah. Dalam bekerja, keduanya sepakat membagi waktu untuk menjaga perlintasan itu.

Pada hari penikaman, lanjut Faruk, si pelaku menuding korban telah berbuat curang dan melanggar perjanjian. "Mereka kerja shift-shiftan, nah salah satu dari mereka belum waktunya tapi sudah kerja. Ya dituding ambil jatah waktunya. Mereka kemudian cek-cok," kata Faruk kepada wartawan, Jumat (16/4).

Korban diketahui sempat dilarikan ke rumah sakit usai penikaman itu. Namun nyawanya tak terselamatkan. Sedangkan pelaku kini melarikan diri.

Faruk mengaku sudah memeriksa lima saksi dalam kasus ini. Ia pun sudah mengantongi identitas pelaku. Anak buahnya kini sedang melakukan pengejaran. "Sudah kami kantongi identitasnya. Saat ini sedang dalam pengejaran, mudah-mudahan segera tertangkap," kata Faruk.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA