Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Dokter Ingatkan Cegah Stunting Anak dengan Protein Hewani

Sabtu 17 Apr 2021 00:25 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah

Peranan protein hewani sangat penting terhadap pertumbuhan anak (Foto: ilustrasi pertumbuhan anak)

Peranan protein hewani sangat penting terhadap pertumbuhan anak (Foto: ilustrasi pertumbuhan anak)

Foto: www.freepik.com.
Protein hewani dapat meningkatkan pertumbuhan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peranan protein hewani sangat penting terhadap pertumbuhan anak. Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Prof Dr dr Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K), mengatakan, protein hewani dapat meningkatkan pertumbuhan anak, tapi tidak dengan peotein nabati.

Menurut Damayanti, stigma bahwa anak belum dapat mengonsumsi protein hewani sejak awal kehidupan juga keliru. Artinya, protein hewani perlu diperkenalkan sejak dini.

“Protein hewani selama enam bulan saja setiap hari ternyata dapat menurunkan prevalensi stunting dan juga gizi buruk,” kata Damayanti dalam peluncuran Frisian Flag Primagro, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya penelitian yang dilakukan timnya dari RSCM berhasil menurunkan angka prevalensi stunting melalui pemantauan berat badan dan tinggi badan secara teratur di posyandu. Kemudian, konseling nutrisi terutama dalam hal konsumsi protein hewani yang tersedia setempat setiap hari seperti, telur, ikan, ayam  dan susu.

Sering kali ASI juga belum tentu cukup dalam pemenuhan nutrisi anak. Hal ini termasuk asupan dari MPASI. “Mulai 2020, resep MPASI di buku KIA sudah diubah dengan protein hewani, daging, unggas, ikan dan susu,” tambahnya.

Stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga kognitif. Stunting bisa diperbaiki dengan nutrisi dan stimulasi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak, tetapi cenderung sulit untuk aspek kognitif.

Setelah usia dua tahun, pertumbuhan dapat naik tapi tidak pernah melewati anak lain yang tidak stunting. Anak stunting akan terkendala dalam aktivitas sekolah dan kerjanya. Anak dengan malnutrisi juga mengalamai IQ tidak lebih dari 90. “Kerja kantoran susah, kuli pun kalau kurang zat besi sulit, jadi beban negara bukan modal negara,” tambahnya.

Jika anak pernah stunting, maka kemampuan berpikirnya hanya 10 persen. Hindari kekurangan nutrisi termasuk asam amino esensial (9AAE) di dua tahun pertama anak.

9AAE menjadi kandungan yang perlu mendapat perhatian besar karena dapat membantu mencegah stunting. Jika anak alergi hewani tertentu, tetap bisa dicari alternatif yang setara, karena jika dihindari, bisa berujung malnutrisi.

Specialized Nutrition Director PT Frisian Flag Indonesia William Lumentut mengatakan Frisian Flag Promagro mendukung proses tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang tidak bisa diulang. Kandungan 9AAE penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri. “Menurut studi, kekurangan 9AAE sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak,” kata dia.

 

Baca Juga

Frisian Flag PRIMAGRO 1+ dan 3+ yang bersumber dari protein hewani diperkaya 9 Asam Amino Esensial (9AAE) dalam jenis yang lengkap.  Formula terbaru dari rangkaian produk ini diklaim telah ditingkatkan untuk lebih mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, kesiapan untuk belajar dan bergerak aktif. “Mendukung kesiapan belajar, tulang dan otot, dan potensi pertumbuhan,” kata Angelia Susanto, Head of Marketing PT. Frisian Flag Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA