Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Kapolda Papua Minta TNI-Polri tak Terpancing Aksi Penembakan

Jumat 16 Apr 2021 20:41 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.

Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.

Foto: Istimewa
Kapolda menilai separatis Papua sengaja memancing aparat keluar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri meminta personel TNI-Polri tidak terpancing dengan berbagai aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Separatis Papua, kata Fakhiri, ingin aparat keluar.

"Jangan mudah terpancing karena itu yang mereka inginkan agar anggota keluar, sehingga KKB dapat menyerang dan melakukan penembakan," kata Fakhiri, di Jayapura, Jumat.

Dia mengakui, saat ini anggota mulai bergerak untuk melaksanakan penegakan hukum di Beoga terkait aksi penembakan yang dilakukan KKB, dan diperkirakan kelompok tersebut mulai bergerak ke berbagai daerah termasuk ke Ilaga. Menurut dia, anggota sudah bersiaga dan warga sipil terutama tukang ojek sudah diminta untuk tidak melayani penumpang keluar dari Ilaga.

Baca Juga

"Kapolres Puncak sudah mengumpulkan tukang ojek dan diminta tidak beroperasi keluar Ilaga, guna menghindari terjadinya tindak kriminal," ujar Fakhiri seraya menambahkan.

Bila mereka tidak mengindahkan maka bila terjadi aksi kekerasan itu sudah menjadi risiko yang dihadapinya.Terkait anggota, mantan Wakapolda Papua Barat dan Papua itu memperkirakan, jatuhnya korban di kalangan TNI-Polri itu dapat membuat pasokan logistik KKB bertambah, baik itu senjata api maupun amunisi.

Menurutnya, hal itu yang harus dihindari, sehingga bila mendengar bunyi tembakan, tidak perlu langsung bergerak dan keluar dari pos karena itu yang ditunggu oleh KKB, mengingat mereka lebih mengetahui medannya.

"Saya beserta seluruh jajaran TNI-Polri berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi keamanan di kawasan pegunungan termasuk di Intan Jaya dan Puncak," kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri pula.Tercatat selama bulan April, empat warga sipil tewas akibat ditembak KKB di Kabupaten Puncak, dua di antaranya berprofesi sebagai guru, satu pelajar, dan seorang tukang ojek.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA