Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Kemendag: Permintaan Melonjak Sebabkan Harga Ayam Naik

Jumat 16 Apr 2021 17:55 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (12/4). Menjelang bulan Ramadhan, harga pangan mulai merangkak naik, salah satunya daging ayam mengalami kenaikan dari harga Rp35.000 per ekor menjadi Rp45.000 per ekor. Republika/Thoudy Badai

Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (12/4). Menjelang bulan Ramadhan, harga pangan mulai merangkak naik, salah satunya daging ayam mengalami kenaikan dari harga Rp35.000 per ekor menjadi Rp45.000 per ekor. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Rata-rata harga daging ayam ras per Kamis (15/4) sebesar Rp 37 ribu per kg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, harga bahan pokok secara keseluruhan masih cukup stabil dan terjangkau. Meski demikian, terdapat harga beberapa komoditas yang fluktuasi seperti daging dan telur ayam ras.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan, telah terjadi fluktuasi dua komoditas tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu murni disebabkan oleh lonjakan permintaan masyarakat seiring masuknya bulan Ramadhan.

Baca Juga

"Sedikit terjadi fluktuasi pada daging ayam. Tapi harga bahan pokok secara keseluruhan harga stabil dan ini bisa diprediksi karena suplai cukup," kata Lutfi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/4).

Kemendag mencatat, rata-rata harga daging ayam ras per Kamis (15/4) sebesar Rp 37 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut naik 8,19 persen dari bulan lalu juga naik 5,41 persen dari pekan lalu.

Lutfi mengatakan, pihaknya memberikan toleransi kenaikan harga bahan pokok hingga 3 persen untuk faktor musiman seperti gangguan cuaca atau menjelang hari besar keaagaam. Namun, khusus ayam, pemerintah juga mempertimbangkan nasib peternak yang sebelumnya mengalami kerugian akibat kejatuhan harga.

"Mereka untung empat bulan dalam setahun dan alami kerugian delapan bulan dalam setahun. Ini kasihan, biarkan mereka mendapatkan keuntungan yang baik ketika Ramadhan ini," kata Lutfi.

Pihaknya pun menegaskan pada tahun depan pemerintah akan membuat regulasi yang lebih baik. Itu agar usaha perunggasan nasional dapat berjalan lebih baik sehingga peternak bisa lebih sejahtera dalam menjalankan usahanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA