Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

2021, Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Dua Angka

Jumat 16 Apr 2021 16:00 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolandha

Petugas memeriksa vaksin Covid-19 AstraZeneca di Gedung Instalasi Farmasi Dinkes Kota Bandung, Jalan Supratman, Kota Bandung, Jumat (26/3). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan, industri farmasi tumbuh dua angka tahun ini.

Petugas memeriksa vaksin Covid-19 AstraZeneca di Gedung Instalasi Farmasi Dinkes Kota Bandung, Jalan Supratman, Kota Bandung, Jumat (26/3). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan, industri farmasi tumbuh dua angka tahun ini.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sepanjang 2020, industri farmasi tumbuh 9 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan, industri farmasi tumbuh dua angka tahun ini. Sebelumnya pada 2020, industri tersebut tumbuh sebesar 9 persen. 

"Kita harapkan tumbuh lagi double digit. Sebab sektor ini salah satu yang meningkat selama Covid-19, karena sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (16/4).

Dirinya pun berharap, kontribusi industri tersebut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) naik hingga 13 persen. "Dari sisi investasi, kita harapkan juga meningkat pada 2021. Pada 2020 realisasi investasi di industri farmasi sekitar Rp 11 triliun," tutur dia. 

Secara keseluruhan, kata Khayam, pertumbuhan sektor IKFT masih terkontraksi atau minus sebesar 1,49 persen pada 2020. Hanya saja angka tersebut lebih baik dibandingkan rata-rata industri pengolahan nonmigas yang terkontraksi hingga 2 persen. 

"Industri kimia dan farmasi bahkan tumbuh 9,3 persen lebih pada tahun lalu. Jadi sepanjang 2020, kontribusi sektor IKFT ke PDB sekitar 4,48 persen," ujarnya. 

Sementara, sambung dia, kontribusi sektor tersebut terhadap ekspor sebesar 33,99 persen. "Kontribusi terhadap impor lebih kecil, terjadi surplus secara sektor industri keseluruhan pada 2020. Impor relatif lebih turun," kata Khayam.

Ia melanjutkan, realisasi investasi sektor IKFT sebesar Rp 61,97 triliun. Kemudian menyerapkan tenaga kerja sampai 6,4 juta orang.

"Sektor IKFT terbukti menjadi kontributor terbesar di perekonomian nasional. Maka harus kita lakukan pembenahan terus, menyongsong sesuai target yang kita inginkan dan harapkan," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA