Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Kepala BNPB: Bencana tidak Hanya Covid

Jumat 16 Apr 2021 14:25 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus Yulianto

Kepala BNPB Doni Monardo (kanan), ditemani Wali Kota Pariaman, Genius Umar (kiri) menambahkan pupuk pada bibit pohon pinago, di Pantai Taluak Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (14/4/2021). Doni Monardo menyatakan mitigasi berbasis alam dengan penanaman pohon pelindung pantai merupakan salah satu solusi terbaik di samping kesiapsiagaan masyarakat, apalagi di Sumbar yang memiliki risiko bencana tinggi.

Kepala BNPB Doni Monardo (kanan), ditemani Wali Kota Pariaman, Genius Umar (kiri) menambahkan pupuk pada bibit pohon pinago, di Pantai Taluak Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (14/4/2021). Doni Monardo menyatakan mitigasi berbasis alam dengan penanaman pohon pelindung pantai merupakan salah satu solusi terbaik di samping kesiapsiagaan masyarakat, apalagi di Sumbar yang memiliki risiko bencana tinggi.

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Musibah bencana alam turut mengintai sejumlah kawasan di garis pantai Sumbar.

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo mengingatkan masyarakat terutama yang bermukim di lokasi bencana atau sadar untuk mereduksi dampak bencana. Walau masih disibukkan dengan kewaspadaan pandemi Covid-19 masyarakat tetap harus hati-hati dari bencana alam lainnya. Seperti banjir, longsor, abrasi, gempa bumi dan lain-lain.

"Bencana tak hanya dari pandemi Covid-19. Musibah dari alam turut mengintai sejumlah kawasan yang berada di garis pantai Sumbar. Longsor, banjir dan abrasi merupakan contoh bencana alam yang sangat mungkin terjadi bagi daerah kawasan pesisir," kata Doni Monardo di Painan, Pesisir Selatan, Sumbar, Kamis (15/4).

Doni menyebut, menghadapi bencana tersebut, proteksi dengan pondasi batuan saja tidak cukup. Menurut dia, diperlukan tindakan nyata yang akan mereduksi dampak bencana. Tindakan tersebut berupa vegetasi.

Karena vegetasi berperan penting melindungi dari abrasi, gelombang pasang hingga tsunami. Doni mencontohkan seperti di Nias dan Palu, di mana daerah yang ditanami mangrove, tidak terdapat kerusakan pada hunian yang berada di atasnya.

Doni menilai, sebenarnya Indonesia kaya akan pohon-pohon besar pelindung pantai. Contohnya Mangrove Indonesia yang merupakan 25 persen dari populasi dunia. Hanya saat ini pertumbuhannya menurun.

"Mari lindungi warga dengan sabuk hijau vegetasi melalui penanaman pohon di sepanjang pantai. Pinago, waru ketapang, pulai atau pohon palaka. Pohonnya tolong dirawat. Lokasi pohon janganlah sampai diganti tambak udang, ikan dan lainnya," ucap Doni.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA