20 Tahun, Paman Talip Bangunkan Warga Hatay untuk Sahur

Red: Agung Sasongko

 Jumat 16 Apr 2021 08:45 WIB

Tradisi membangunkan sahur (ilustrasi) Foto: ABED AL HASHLAMOUN/EPA EFE Tradisi membangunkan sahur (ilustrasi)

Selama 20 tahun, Talip Ister membangunkan warga di Hatay untuk sahur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama 20 tahun, Talip Ister membangunkan warga di Turki Selatan agar melaksanakan sahur. Pria berusia 75 tahun itu begitu bersemangat menabuh drum (davulcu) jelang waktu sahur tiba.

Paman Talip, demikian sapaan akrabnya, bangga meneruskan tradisi Utsmaniyah di lingkungan tempat tinggalnya di Distrik Altinozu, Hatay. Yang istimewa, drum miliknya itu merupakan hadiah dari wali kota atas jasanya mejaga tradisi membangunkan sahur itu.

Tidak memiliki anak dan menghabiskan hidupnya bersama istrinya, Paman Talip mencari nafkah bermain drum di bulan Ramadhan. Ia begitu mencintai pekerjaan dan bermain dengan sangat baik meski usianya tak lagi muda.

Baca Juga

“Saya senang sekali, alhamdulillah. Saya terus main drum di bulan yang penuh berkah ini,” ucapnya dan menambahkan bahwa dia bersedia menabuh drumnya selama dia bisa.

Puasa dari matahari terbit hingga terbenam selama Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam. Bulan Ramadhan adalah momentum umat Islam untuk instrospeksi diri sekaligus melatih iman dan takwa. Di Turki, sejak tahun lalu, sejumlah aktivitas dibatasi selama Ramadhan guna mencegah penyebaran covid-19.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Play Podcast X