Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

BCA akan Luncurkan E-commerce Khusus Produk UMKM Lokal

Jumat 16 Apr 2021 07:45 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja saat di wawancarai Republika, Selasa (5/11).

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja saat di wawancarai Republika, Selasa (5/11).

Foto: Republika/Prayogi
E-commerce yang digagas BCA juga menyediakan opsi pembayaran dan pengiriman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk akan meluncurkan platform belanja online (e-commerce) untuk memasarkan 18.000 produk UMKM. Platform yang bernama BCA UMKM Fest ini berbeda dengan e-commerce biasa, platform ini khusus menjual produk UMKM lokal.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan platform ini diperuntukkan bagi UMKM yang belum piawai terjun ke platform e-commerce pada umumnya. "Selama Covid-19 mobilitas berkurang, masyarakat tidak bisa ke toko, tapi mau beli KPR, mau beli mobil, dan lain-lain. Berkaca dari itu, kami coba upayakan punya platform virtual UMKM lokal," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/4).

Menurutnya ada sekitar 1.500 UMKM yang akan bergabung dalam platform tersebut, setelah berhasil melewati sesi kurasi. Melalui e-commerce, dia ingin para UMKM bisa meningkatkan penjualan khususnya ketika masyarakat berbondong-bondong memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran.

Baca Juga

“Sama seperti e-commerce pada umumnya, e-commerce yang digagas BCA juga menyediakan opsi pembayaran dan pengiriman. Pembayaran sebagian besar menggunakan kartu dan online payment BCA, delivery barang dilakukan seperti e-commerce melakukan itu, ada dua logistik company yang support,” ungkapnya.

Jahja menyebut para UMKM akan diberikan pembimbingan tata cara penjualan online. Pihak bank juga bersedia memberikan akses pembiayaan bagi UMKM yang memang niat bertumbuh.

Tak hanya itu, BCA telah meminta bantuan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri untuk memberikan akses bagi para UMKM yang siap melakukan ekspor, salah satunya berkenalan dengan konsulat dagang luar negeri.

"Kita bantu mereka yang interest ekspor. Kami hubungi Ditjen perdagangan (Kemendag). Kami punya bank aliansi di negara lain yang membantu, sehingga kalau ada nasabah butuh market di luar, atau nasabah bank sana perlu operasi di Indonesia, kami akan bantu," ucapnya.

Dari 1.500 UMKM yang mengikuti program, tercatat ada 80 UMKM yang siap ekspor. Lalu, ada pula 28 calon pembeli dari luar negeri yang telah menyatakan minatnya pada produk-produk lokal tersebut.

"Pembeli overseas yang sudah berkomitmen membeli seperti dari India, Perancis dan lain-lain. Produknya bermacam-macam mulai dari food and beverage, kayu furniture, fashion," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA