Peci Kupiah Meukutop Laris Manis Saat Ramadhan

Red: Agung Sasongko

 Jumat 16 Apr 2021 06:13 WIB

Pedagang menata peci di toko, Kota Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (25/4/2020). Pedagang mengaku, penjualan peci sejak memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H meningkat hingga 150 persen dari biasanya, sementara berbagai jenis dan motif peci tersebut dijual Rp15.000 sampai Rp 250.000 per buah. Foto: Antara/Syifa Yulinnas Pedagang menata peci di toko, Kota Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (25/4/2020). Pedagang mengaku, penjualan peci sejak memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H meningkat hingga 150 persen dari biasanya, sementara berbagai jenis dan motif peci tersebut dijual Rp15.000 sampai Rp 250.000 per buah.

Peci kupiah meukutop ini ramai yang membeli sejak tiga hari sebelum Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peci kupiah meukutop (khas Aceh) menjadi incaran masyarakat Aceh selama Ramadhan 1442 H. Peci itu memperlihatkan nilai-nilai tradisi Aceh.

"Iya peci kupiah meukutop ini ramai yang membeli sejak tiga hari sebelum puasa, dan sampai hari ini," kata salah seorang pedagang peci Mansur, di Banda Aceh, Kamis (15/4).

Kata Mansur, untuk kupiah meukutop tersebut dijualnya juga tidak terlalu mahal yakni berkisar antara Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per peci.Selain kupiah meukutop, kata Mansur, peci jenis lain yang paling diburu pada momentum Ramadhan ini adalah peci berwarna hitam, baik polos maupun yang berlogo rencong Aceh.

Baca Juga

"Peci kupiah Aceh ini dan peci biasa yang hitam ini paling banyak yang membeli saat-saat puasa," ujarnya.

Masyarakat mulai ramai membeli peci sejak beberapa hari sebelum masuk Ramadhan, dan diperkirakan masih meningkat hingga hari ini atau puasa ketiga.Bahkan, pendapatan mereka bisa mencapai dua kali lipat ketimbang hari-hari biasanya. Kalau hari normal mereka hanya memperoleh sekitar Rp 1 juta per hari.

"Kalau hari hari biasa paling kami ada laku sekitar Rp 1 juta, tetapi kalau saat Ramadhan ini bisa mencapai Rp 2 juta. Biasanya nanti menjelang hari raya juga meningkat," kata Mansur.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X