Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Kisah Muslim Amerika yang Terlupakan

Jumat 16 Apr 2021 03:14 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi budak kulit hitam Amerika Serikat.

Foto:
Muslim biasanya dianggap sebagai imigran abad ke-20 di AS.

Pada tahun 1930-an, pria dan wanita yang dulunya diperbudak di Georgia menggambarkan bagaimana kerabat mereka dan orang lain sholat beberapa kali sehari. Mereka berlutut di atas tikar, membungkuk, dan mengucapkan kata-kata aneh.

Sulit membayangkan juga, bagaimana orang-orang yang berada dalam kemiskinan parah dapat memberi sedekah. Amalan sedekah ini terbukti paling tersebar luas dan bertahan dari semua praktik keagamaan Muslim. 

Pada tahun 1930-an, keturunan mereka teringat akan kue beras yang diberikan ibu mereka kepada anak-anak. Ada kata untuk itu: Saraka, diikuti setelah berbagi dengan "Ameen, Ameen, Ameen."

Kue beras adalah amalan yang masih ditawarkan oleh wanita Muslim Afrika Barat pada hari Jumat. Kue itu tidak disebut saraka, tetapi tindakan memberi yaitu sadaqa (sedekah), persembahan sukarela. Kata itulah yang diucapkan saat para wanita memberikannya. Bahkan non-Muslim di seluruh Karibia hingga hari ini masih memberi sedekah dan tidak menyadari asal-usul Islamnya.

Selain itu, ada lagi cerita tentang puasa yang dilakukan Muslim Amerika yang menjadi buda saat itu. Tentu sangat sulit berpuasa bagi para budak Muslim karena mereka harus banyak bekerja dan sebetulnya mereka pun kurang makan. Namun, Bilali dan keluarga besar, seperti yang diceritakan Willy, biasa berpuasa di bulan Ramadhan.

Baca juga : Relasi Sholat dan Puasa Ramadhan

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA