Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Kisah Muslim Amerika yang Terlupakan

Jumat 16 Apr 2021 03:14 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi budak kulit hitam Amerika Serikat.

Ilustrasi budak kulit hitam Amerika Serikat.

Foto: american-slavery
Muslim biasanya dianggap sebagai imigran abad ke-20 di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak banyak yang tahu keberadaan Muslim Amerika di awal masa negara itu. Cerita ini kerap dilupakan.

Pada musim panas tahun 1863, surat kabar di Carolina Utara mengumumkan meninggalnya seorang Afrika terpandang yang disebut secara paternalistik, sebagai Paman Moreau. Dia adalah Omar bin Said, seorang Muslim yang lahir pada tahun 1770 di Senegal dan pada saat kematiannya, dia telah diperbudak selama 56 tahun.

Muslim biasanya dianggap sebagai imigran abad ke-20 di AS. Namun selama lebih dari tiga abad, Muslim Afrika seperti Omar sudah dikenal. Mereka dibesarkan di Senegal, Mali, Guinea, Sierra Leone, Ghana, Benin, dan Nigeria di mana Islam dikenal sejak abad ke-8 dan menyebar di awal tahun 1000-an.

Baca Juga

Setidaknya 900 ribu dari 12,5 juta orang Afrika dibawa ke Amerika. Di antara 400 ribu orang Afrika yang menghabiskan hidup mereka diperbudak di Amerika Serikat, dan puluhan ribunya adalah Muslim. Meskipun mereka adalah minoritas di antara populasi yang diperbudak, Muslim diakui tidak seperti komunitas lain.

Pemilik budak, pelancong, jurnalis, cendekiawan, diplomat, penulis, pendeta, dan misionaris pun sampai menulis tentang kehidupan mereka karena mengenal beberapa Muslim AS di masa awal. Para penulis itu di antaranya Pendiri Georgia James Oglethorpe, Presiden Thomas Jefferson dan John Quincy Adams, Menteri Luar Negeri Henry Clay, penulis lagu kebangsaan AS Francis Scott Key, dan juru potret dari Founding Fathers Charles W Peale.

Baca juga : Pengungsi Idlib Dilanda Kemiskinan Selama Ramadhan

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA