Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Kematian Akibat Covid di Eropa Tembus 1 Juta Jiwa

Kamis 15 Apr 2021 19:28 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Foto: EPA-EFE/MARTIAL TREZZINI
Kematian akibat Covid-19 di Eropa telah melampaui satu juta jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Dr. Hans Kluge mengatakan jumlah kematian akibat Covid-19 di Benua Biru telah melampaui satu juta jiwa. Dia memperingatkan situasi di wilayah itu masih sangat serius dengan sekitar 1,6 juta kasus baru dilaporkan setiap pekan.

Kluge mengungkapkan, terdapat tanda-tanda awal adanya penurunan tingkat penularan Covid-19 di beberapa negara Eropa. Dia pun mengutip insiden yang menurun di antara kalangan lansia. Kluge menyebut proporsi kematian pada warga berusia di atas 80 tahun, yang telah diprioritaskan untuk vaksin, telah turun hampir 30 perse. Itu merupakan tingkat terendah selama pandemi.

Kluge turut mengomentari isu pembekuan darah terkait penggunaan vaksin AstraZeneca. “Untuk saat ini, risiko terjadinya pembekuan darah jauh lebih tinggi pada seseorang yang terjangkit Covid-19 dibandingkan pada seseorang yang telah menerima vaksin AstraZeneca,” ujarnya, Kamis (15/4).

Dia menekankan WHO tetap merekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca. “Jangan diragukan lagi, vaksin AstraZeneca efektif dalam mengurangi rawat inap Covid-19 dan mencegah kematian,” ucapnya.

Sebelumnya WHO mengatakan hubungan kausal antara penggunaan vaksin AstraZeneca dan munculnya kasus pembekuan darah pada sejumlah orang di dunia "masuk akal". Namun hal itu belum dikonfirmasi.

Hal itu disampaikan setelah Sub-komite Covid-19 dari Komite Penasihat Global WHO untuk Keamanan Vaksin meninjau informasi terbaru dari European Medicines Agency (EMA) dan Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris. "Berdasarkan informasi saat ini, hubungan kausal antara vaksin dan terjadinya pembekuan darah dengan trombosit rendah dianggap masuk akal tetapi belum dikonfirmasi," kata WHO pada 7 April lalu.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA