Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Menteri KKP Bicara soal Film Dokumenter Seaspiracy

Jumat 16 Apr 2021 00:15 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Indira Rezkisari

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono

Foto: Antara/BPMI Setpres/Muchlis Jr
Menteri KKP sebut Indonesia harus bertahap kurangi penangkapan ikan di laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ikut angkat suara mengenai film dokumenter Seaspiracy yang menyuguhkan penangkapan ikan secara komersial. Kontroversi tentang film yang tayang di Netflix tersebut ditanyakan peserta dialog virtual organisasi WNI di Amerika Serikat pada Kamis (15/4).

Para peserta mempertanyakan tentang sustainable fishing yang berakibat kerusakan kehidupan ekologis di laut, terutama pemutusan rantai makanan makhluk hidup di laut.  

Trenggono mengaku cukup tergelitik dengan karya yang disajikan Ali Tabrizi dalam film dokumenter tersebut. Trenggono mengaku sudah sering sampaikan pandangannya mengenai hal tersebut.

"Di masa depan kita tidak lagi bertumpu pada perikanan tangkap, melainkan perikanan budidaya," ujar Trenggono.

Kata Trenggono, Indonesia secara bertahap harus mengurangi penangkapan ikan di laut supaya keberlanjutan ekosistem laut itu tetap ada. Trenggono ingin generasi Indonesia di masa mendatang dapat merasakan manfaat dari sumber daya laut.
 
Trenggono juga melihat ada  pesan yang dapat direnungkan dari film tersebut. Kata Trenggono, saat manusia tanpa kendali hanya memikirkan dari sisi ekonomi, hal itu lambat laun akan merusak seluruh populasi kelautan,

"Menurut saya itu sinyal juga untuk Indonesia, contoh kecil, mulai mengonsumsi hasil perikanan budidaya, bukan yang berasal dari laut lepas, semoga bisa sampai di tahap itu, karena tujuan dari budidaya itu bisa berkesinambungan," kata Trenggono menambahkan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA