Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Analis: iPhone 14 Memiliki Kamera 48MP dan Video 8K

Jumat 16 Apr 2021 00:01 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari

Pengunjung toko Apple sedang melihat-lihat ponsel Iphone terbaru.

Pengunjung toko Apple sedang melihat-lihat ponsel Iphone terbaru.

Foto: EPA
Apple akan berhenti membuat iPhone mini 5,4 inci mulai tahun depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Analis Apple yang terkenal Ming-Chi Kuo telah mengeluarkan laporan menyeluruh tentang pergerakan Apple dalam beberapa tahun ke depan. Dimulai dengan jajaran iPhone 14 tahun depan yang akan terdiri dari dua iPhone 6,1 inci dan dua iPhone 6,7 inci.

Artinya Apple akan berhenti membuat iPhone mini 5,4 inci mulai tahun depan. Meski masih akan ada iPhone 13 mini di 2021, tetapi diharapkan dibuat dalam jumlah yang lebih sedikit. Apple perlu mengurangi pesanan manufaktur iPhone 12 mini karena minat yang lebih rendah dari perkiraan.

Dilansir dari GSM Arena, Kamis (15/4), jajaran iPhone pada 2022 akan menampilkan dua iPhone dengan layar 6,1 inci dan 6,7 inci dan dua iPhone Pro dengan layar 6,1 inci dan 6,7 inci yang sama.

iPhone Pro tersebut diharapkan mendapatkan kamera utama 48MP baru, yang dapat menghasilkan gambar 12MP dengan jarak piksel 2,5 mikrometer yang besar. Saat ini kamera utama iPhone 12 menghasilkan foto 12MP dengan pitch 1,7 mikrometer. Kuo memprediksi iPhone 13 akan mempertahankan resolusi 12MP, tetapi membawa ukuran piksel menjadi 2,0 mikrometer berkat sedikit peningkatan ukuran sensor.

Jajaran iPhone  14 2022 diperkirakan akan mulai merekam video 8K. Perpindahan ke kamera zoom periskop yang dikabarkan akan terjadi pada 2023 dan kemungkinan hanya akan terjadi pada model iPhone Pro. Kuo juga percaya Apple dapat menghadirkan solusi Face ID di bawah tampilan pada 2023.

Apple diperkirakan akan mengurangi ukuran notch Face ID tahun ini, sekitar 10 persen.

Kemudian untuk headset VR Apple, kuo mengatakan bisa memiliki hingga 15 kamera- baik di luar maupun di dalam. Alasannya adalah untuk mengukur posisi orang yang memakai headset di dunia luar dan memantau pergerakannya, tetapi juga untuk memantau pergerakan matanya.

Ini akan memungkinkan headset VR Apple menggunakan teknik yang disebut foveated rendering- membuat area yang dilihat seseorang, bukan seluruh bidang pandang. Headset VR Apple kemungkinan akan datang tahun depan.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA