Berartinya Waktu pada Bulan Ramadhan

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

 Jumat 16 Apr 2021 05:28 WIB

Berartinya Waktu pada Bulan Ramadhan. Foto: Ustaz Rakhmad Zailani Kiki Foto: Dokumentasi Pribadi. Berartinya Waktu pada Bulan Ramadhan. Foto: Ustaz Rakhmad Zailani Kiki

Waktu pada bulan Ramadhan sangat berarti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap detik dalam bulan Ramadhan sangat berarti bagi seorang Muslim yang mengharap keridhaan Allah SWT. Sebab, Ramadhan bukanlah sembarang waktu. Dalam setiap detik Ramadhan, Allah membukakan pintu ampunan dan kasih sayang kepada hamba-hambanya yang mau memanfaatkan sebaik-baiknya waktu Ramadhan untuk bertakarub kepada Allah. Dalam Ramadhan, terdapat malam yang lebih baik dari malam-malam lainnya, yakni Lailatul Qadar. Bahkan, ditegaskan dalam surat al-Qadar, malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Dai yang juga Kepala Lembaga Peradaban Luhur (LPL) Ustaz Rakhmad Zailani Kiki menjelaskan, di antara yang membuat setiap detik Ramadhan begitu berharga bagi seorang Muslim adalah pahala yang berlipat ganda yang diberikan kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh. Ini sebagaimana hadits Rasulullah yang berbunyi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ.

وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya: Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR imam Bukhari dan Imam Muslim).


Ustaz Kiki menjelaskan, berkaitan dengan hadits tersebut,  Ibnu Rajab al-Hambali di dalam kitabnya Latha’if al-Ma’arif  mengatakan, sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa pada bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa dalam bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa pada bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.

"Dari hadits di atas dan penjelasan dari Ibnu Rajab al-Hambali, kita mendapatkan penjelasan bahwa besaran pahala dari amal kebaikan, amal ibadah, terutama amal ibadah puasa, yang dilakukan pada bulan Ramadhan melebihi ratusan dan ribuan kali lipat dibandingkan jika dilakukan di luar bulan Ramadhan dan hanya Allah SWT yang tahu berapa besaran kelipatannya. Karena Ramadhan adalah makhluk berbentuk waktu, setiap detik yang berlalu pada bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat berharga yang harus diisi, dimanfaatkan oleh setiap Muslim dengan amal kebaikan agar menjadi pahala yang bernilai besar dengan kelipatan yang hanya Allah SWT saja yang tahu dan hanya Allah SWT saja yang berhak dan mampu membalasnya," ujar Ustadz Kiki kepada Republika.co.id pada Kamis (15/4).

Ustaz Kiki mengatakan, Rasulullah telah memberikan contoh memanfaatkan setiap detik dalam bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Di antaranya dengan memperbanyak zikir, bertilawah Alquran, memperbanyak shalat sunah, memperbanyak sedekah, dan beriktikaf. Terlebih dalam memburu Lailatul Qadar, Rasulullah selalu beriktikaf pada sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan.

"Ketika melakukan iktikaf, Rasulullah selalu dalam keadaan berpuasa. Pada bulan Ramadhan, Rasulullah melakukan tadarus Alquran secara rutin, bahkan tidak ada seorang pun yang sanggup menandingi kesungguhan Rasulullah dalam tadarus Alquran pada bulan Ramadhan yang ditemani oleh Malaikat Jibril," ujarnya menjelaskan.

Karena itu, Ustadz Kiki berharap umat Muslim di Tanah Air tidak menyia-nyiakan waktu pada bulan Ramadhan. Ia mengajak agar bersungguh-sungguh di dalam menggapai kemuliaan Ramadhan dengan memperbanyak amal kebaikan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X