Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Korporasi Usahatani Tingkatkan Nilai Tambah Produk Pertanian

Kamis 15 Apr 2021 17:18 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi. Dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kesejateraan petani, Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian melakukan kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU).

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi. Dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kesejateraan petani, Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian melakukan kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU).

Foto: Humas Kementan
BKP dorong korporasi Usahatani lewat bantuan budidaya dan alat pengolahan

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kesejateraan petani, Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian melakukan kegiatan Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU).

"Kita korporasikan usahatani, agar petani mempunyai posisi tawar yang kuat dalam meningkatkan usaha, sehingga tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi secara ekonomi juga terus mendorong peningkatan pendapatan. Kalau sudah demikian, tentu kesejahterannya juga terangkat," ujar Kepala BKP Kementerian Pertanian Agung Hendriadi menjelaskan dikantornya Kamis, (15/4). 

Untuk mengembangkan korporasi usahatani, menurut Agung, pihaknya selain memberikan bantuan budidaya, juga memberikan  bantuan alat pengolahan pada gapoktan, sehingga produk yang dihasilkan mempunyai nilai tambah. 

"Kegiatan ini tidak hanya menyentuh masalah budidaya (hulu), tapi diarahkan juga pada produk olahan (hilir) untuk mendapatkan nilai tambah dan keuntungan bagi petani. Untuk itu, para petani yang tergabung dalam gapoktan diberikan bantuan alat pengolahan untuk mengolah bahan baku menjadi produk olahan pangan jadi yang siap dipasarkan," ujar Agung. 

Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) ini sesuai dengan kebijakan yang diarahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, agar para petani tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga pendapatannya meningkat. 

Sementara itu, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Notosusanto mengharapkan, agar kegiatan PKU dapat menjadi usaha yang sangat produkif dan kedepannya  menjadi suatu usaha ekonomi di pedesan yang dapat membuka lapangan kerja, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat desa.

"Saya ingin tekankan, agar dalam mengelola PKU juga harus memperhatikan  rekayasa sosial dan penguatan kelembagaan, sehingga PKU ini juga bisa menggerakan ekonomi pedesaan," tambahnya.

Salah satu PKU yang perkembangan cukup pesat adalah yang dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani Tri Manunggal, di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA