Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Pos Penyekatan Pemudik di Tasikmalaya Disiapkan

Kamis 15 Apr 2021 16:22 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Istiono melakukan pengecekan kesiapan pos penyekatan di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (15/4).

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Istiono melakukan pengecekan kesiapan pos penyekatan di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (15/4).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Selama momen mudik Lebaran, aparat kepolisian akan melakukan penyekatan pemudik.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan pengecekan kesiapan aparat kepolisian di wilayah selatan Jawa Barat (Jabar) dalam meyambut momen mudik Lebaran 1442 H. Selama momen mudik Lebaran, aparat kepolisian akan melakukan penyekatan bagi para pemudik. 

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Istiono mengatakan, pengecekan dilakukan di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar. Menurut dia, kesiapan aparat dalam melakukan penyekatan sudah cenderung baik. 

"Kesiapan di setiap Polres sudah all out. Kita sekarang tinggal memanage saja," kata dia di Pos Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (15/4).

Baca Juga

Ia mengatakan, penyekatan selama mudik Lebaran akan dilakukan pada 6 sampai 17 Mei 2021. Polisi telah menyiapkan pos-pos penyekatan yang akan menghalau pemudik.

Istiono menyebutkan, di wilayah Jabar ada empat jalur utama yang akan diwaspadai, yaitu Jalur Pantura, Jalur Tengah, Jalur Selatan, dan Jalur Selatan-Selatan. "Ini mesti kita pastikan kesiapannya," kata dia.

Menurut dia, operasi penyekatan itu merupakan bagian dari operasi kemanusiaan. Artinya, polisi tak akan melakukan penilangan kepada pemudik. Hanya saja, kendaraan yang kedapatan mudik akan diputarbalikkan.

"Antisipasi mudik dini tidak ada. Yang dilarang itu kan dari tanggal 6 hingga 17 Mei saja, agar menghindari kerumunan saat Lebaran," kata dia. 

Karena itu, penyekatan dilakukan sebagai antisipasi agar tak ada orang berkumpul pada satu waktu itu. Sebab, berkumpulnya banyak orang dalam satu waktu dikhawatirkan akan menimbulkan potensi penyebaran Covid-19. "Kalau sekarang mau pulang kampung silakan saja," ujar Istiono.

Sementara itu, di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota akan disiapkan tiga titik pos penyekatan. Pos pertama adalah di Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, untuk menghalau kedatangan pemudik dari Bandung dan Jakarta. 

Pos kedua akan ditempatkan di Karangresik, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, untuk menghalau pemudik dari arah Jawa Tengah. Sedangkan pos ketiga akan dibuat di wilayah Mangkubumi, perbatasan antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya akan menerjukan 72 pesonel yang secara khusus ditugaskan untuk menghalau pemudik. Pelaksanaan penyekatan akan dilakukan terus menerus pada 6-17 Mei.

"Jadi kalau ada pemudik, akan kita putar balik kalau secara persyaratan dan ketentuan sudah tidak sesuai," ujar dia.

Selain mendirikan pos penyekatan, Polres Tasikmalaya Kota juga akan tetap memantau kondisi arus lalu lintas di pusat kota dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti tempat wisata.

Sementara di wilayah hukum Polres Tasikmalaya, Kapolres AKBP Rimsyahtono mengatakan, akan ada dua titik pos penyekatan pemudik. Pos pertama berada di wilayah Cikunir Kecamatan Singaparna untuk antisipasi masuknya orang dari Kota ke Kabupaten Tasikmalaya. Sementara pos kedua berada di Tapal Kuda Kecamatan Salawu, untuk menghalau pemudik yang datang melalui Kabupaten Garut.

"Tidak ada sanksi bagi mereka yang tetap nekat mudik, kita hanya putar balik, seperti tahun lalu," kata dia.

Selain menyiapkan pos penyekatan, Polres Tasikmalaya juga akan melakukan pengawasan di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian lainnya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah selama momen Lebaran. 

Rimsyahtono juga meminta masyarakat dari luar daerah untuk tidak mudik secara fisik. "Masih banyak cara salaturahmi, seperti lewat video call dan komunikasi yang lainnya," kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA