Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

AS Dilaporkan akan Sanksi 12 Individu dan 20 Entitas Rusia

Kamis 15 Apr 2021 16:20 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera Rusia dan Amerika Serikat.

Bendera Rusia dan Amerika Serikat.

Foto: Euromaidan Press
Rusia akan memberi tanggapan tegas pada potensi sanksi terbaru.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Rusia John Sullivan diundang ke Kantor Kepresidenan Rusia untuk bertemu penasihat kebijakan luar negeri Yuri Ushakov. Sullivan diberitahu Rusia akan memberi tanggapan tegas pada potensi sanksi terbaru.

Ketegangan antara dua negara kian memanas setelah Moskow menarik duta besarnya dari Washington usai pernyataan Presiden AS Joe Biden yang kontroversial. Pemerintah Biden ingin memberikan sanksi pada 12 individu dan 20 entitas Rusia atas tuduhan intervensi dalam pemilihan umum dan peretasan perusahaan teknologi AS SolarWinds.

Individu yang mendapatkan sanksi terbaru adalah pejabat-pejabat pemerintah dan intelijen Rusia. Sebagai langkah tambahan Washington juga akan mengusir 10 diplomat Rusia. Pada Kamis (15/4) media Rusia, Sputnik News melaporkan Bloomberg mengutip salah seorang sumber yang mengatakan langkah ini mungkin akan diumumkan Kamis ini.  

Baca Juga

Sementara itu, the New York Times mengutip sumber yang mengatakan sanksi-sanksi terbaru AS akan mengincar utang luar negeri Rusia. Sebelumnya, Gedung Putih mengatakan pemerintah AS berusaha memperbaiki hubungan dengan Rusia.

Pekan lalu Bloomberg melaporkan, Pemerintah AS sudah selesai meninjau peretasan SolarWinds dan intervensi pemilihan presiden 2020. Washington menuduh Moskow sebagai dalam dua peristiwa tersebut.

Pemerintah AS mempertimbangkan menindak diplomat-diplomat Rusia termasuk orang-orang yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin dan lembaga yang memiliki hubungan dengan tuduhan intervensi pemilu. Pada pertengahan Maret lalu, badan intelijen AS merilis laporan yang menuduh Putin memberi wewenang pada pemerintah Rusia melancarkan 'operasi mempengaruhi' pemilihan presiden 2020.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA