Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Cerita Anggota DPR yang Ikut Uji Vaksin Terawan

Kamis 15 Apr 2021 16:10 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Mas Alamil Huda

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh

Foto: Humas DPR RI
Para peneliti secara detail menjelaskan semua hal terkait Vaksin Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh menjadi salah satu legislator yang mengikuti proses pengambilan sampel darah untuk Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Ia mengatakan, keinginannya untuk ikut merupakan hasil diskusi dengan para peneliti vaksin yang diprakarsai oleh mantan menteri kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Intinya saya sudah diskusi dengan Pak Terawan dan peneliti beberapa waktu lalu. Mereka (relawan vaksin) kontak sendiri-sendiri, datang sendiri-sendiri," ujar Nihayatul dalam sebuah diskusi daring, Kamis (15/4).

Setelah tiba di RSPAD Gatot Soebroto, ia diarahkan masuk ke dalam sebuah ruangan. Di dalam ruangan tersebut, ada sekira 10 hingga 15 orang yang juga akan diambil sampel darahnya. "Bukan dari DPR saja, tapi beberapa dari kepolisian. Kita diterangkan oleh Dokter Jonny tentang kelebihan, kekurangan, dan prosesnya (Vaksin Nusantara) seperti apa," ujar Nijayatul.

Kemudian, para relawan akan diberikan sebuah formulir yang akan diisi setelah proses pemeriksaan kesehatan. Ia menyebut, proses tersebut berjalan bagus, karena para peneliti secara detail menjelaskan semua hal terkait Vaksin Nusantara.

"Datang dikasih concern form untuk kebutuhan administrasi dan pesennya bagus, karena jangan diisi dulu sebelum dapat pengarahan," ujar Nihayatul.

Usai proses tersebut, para relawan akan ditanyakan keinginannya untuk lanjut ke proses selanjutnya atau tidak. Jika setuju untuk lanjut, para relawan akan mengisi formulir yang sudah diberikan tadi dan akan diambil sampel darahnya.

"Setelah itu kita diperiksa darah, diperiksa suhu, ditanya soal penyakit, dan sebagainya. Lalu setelah itu diambil darah, diambil darahnya 40 ml," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

"Setelah itu ya pulang, dikasih kertas untuk (jadwal) kapan kembali lagi. Jadi sesimpel itu," lanjutnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA