Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Imbas Covid-19, Impor Vaksin Naik 1.315 Persen

Kamis 15 Apr 2021 14:09 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Vaksinator menunjukkan cairan vaksin Covid-19 sebelum diberikan kepada warga penerima vaksin di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/4). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan terdapat kenaikan signifikan impor vaksin sepanjang kuartal I 2021, yaitu 443,4 juta dolar AS.

Vaksinator menunjukkan cairan vaksin Covid-19 sebelum diberikan kepada warga penerima vaksin di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/4). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan terdapat kenaikan signifikan impor vaksin sepanjang kuartal I 2021, yaitu 443,4 juta dolar AS.

Foto: ANTARA/M Agung Rajasa
Total impor vaksin selama kuartal I mencapai 443,4 juta dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, terdapat kenaikan signifikan impor vaksin sepanjang kuartal I 2021. Kenaikan impor dipicu oleh pandemi virus corona di mana pemerintah mengimpor vaksin Covid-19 dalam jumlah besar.

"Total impor vaksin untuk manusia selama kuartal I nilainya 443,4 juta dolar AS. Itu naik 1.315 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Bisa dipahami mengapa bisa terjadi," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Kamis (15/4).

Ia menjelaskan, nilai impor tersebut bukan khusus untuk impor vaksin Covid-19, melainkan impor vaksin untuk manusia secara keseluruhan.

Lebih lanjut, khusus pada Maret 2021, nilai impor vaksin mencapai 178,7 juta dolar AS. Angka itu mengalami kenaikan hingga 102,5 persen dari Februari 2021.

Suhariyanto mengatakan, impor vaksin menjadi salah satu barang yang mendongkrak kenaikan impor barang konsumsi. Hal itu karena pemerintah terus melakukan impor vaksin, terutama vaksin Covid-19, demi mengatasi pandemi yang masih berlangsung.

Adapun, nilai impor barang konsumsi sepanjang kuartal I 2021 sebesar 4,05 miliar dolar AS. Angka itu mengalami kenaikan 14,62 persen dari posisi Kuartal I 2020 yang sebesar 3,53 miliar dolar AS. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA