Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Maharesigana UMM Tangani Gempa Malang Selatan

Kamis 15 Apr 2021 13:56 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Sejumlah Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah berbincang dengan warga terdampak gempa di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Malang.

Sejumlah Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah berbincang dengan warga terdampak gempa di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Malang.

Foto: Dok. Humas UMM
Dua posko layanan UMM diharapkan bisa membantu warga sekitar

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berangkat menuju lokasi terdampak gempa yang berada di Kabupaten Malang. Lebih tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Malang pada Selasa (13/4).

Ketua Maharesigana UMM Alya Dinia Asyfiqi Masykur, menjelaskan, keberangkatan mereka merupakan hasil koordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Malang. Selain Maharesigana, ada pula tim medis dari Fakultas Kedokteran UMM serta tim Rumah Sakit Aisyiyah.

“Kami semua berada di bawah koordinasi MDMC Kabupaten Malang. Demi membantu sesama, kami saling bahu-membahu sebagai bentuk bantuan kemanusiaan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (14/4).

Alya menjelaskan pihaknya telah mendirikan Pos Koordinasi yang berpusat di kampus UMM. Lebih tepatnya di Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan, dan Penanggulangan Bencana (Puska-PB) UMM.

Kemudian tim segera melakukan asesment untuk menemukan daerah yang paling terdampak gempa bumi. Pada akhirnya, Maharesigana mendirikan Posko Layanan yang berada di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit.

Setidaknya ada dua posko layanan yang disediakan Maharesigana UMM. Keduanya antara lain posko kesehatan dan posko psikososial. "Ini diharapkan bisa membantu warga sekitar,” jelas mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMM tersebut.

Maharesigana rencananya akan berada di lokasi kejadian selama satu pekan penuh. Namun jika masih dibutuhkan, mereka siap untuk berlanjut dan memberikan manfaat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA