Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Warga Tambrauw, Papua Barat Tolak Kehadiran Militer

Kamis 15 Apr 2021 13:24 WIB

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto

Prajurit TNI menyapa warga saat melakukan paroli di Wamena,Papua.

Prajurit TNI menyapa warga saat melakukan paroli di Wamena,Papua.

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Bupati Tambrauw Gabriel Asem dan jajarannya menfasilitasi pertemuan bersama itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Forum Intelektual Muda Tambrauw Cinta Damai, Yohanis Mambrasar mengatakan, warga Tambrauw menolak kehadiran militer di wilayah mereka. Penolakan itu dilakukan dengan aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa dan Rakyat Tambrauw Tolak Militer ke Kantor DPRD kabupaten Tambrauw di Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Rabu (14/4) kemarin.

"Dalam aksi ini, para demonstran menuntut pemerintah tarik seluruh pasukan TNI dari Tambrauw, warga menyatakan tolak pembangunan Kodim, Koramil, Babinsa dan Satgas di seluruh Tambrauw," ujar Yohanis Mambrasar dalam pesan singkatnya, Kamis (15/4).

Selain itu, kata Yohanis, para demonstran juga mendesak TNI segera proses hukum TNI pelaku kekerasan terhadap Moses Yewen. Serta mendesak pemerintah dan TNI menutup atau membubarkan Kodim, Koramil-Koramil, Babinsa-Babinsa dan Satgas-Satgas. Aksi unjuk rasa warga Tambrauw, diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Tambrauw Gabriel Asem dan jajaran.

"Bupati juga menyatakan menfasilitasi pertemuan bersama antara Pemerintah, DPR RI, perwakilan demonstran, Dandim, Kapolres pada hari Kamis 15 April 2021 di Gedung DPRD Tambrauw untuk membicarakan aspirasi warga Tambrauw ini," tutup Yohanis Mambrasar. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA