Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Korban Penipuan Bernie Madoff, Selebriti Hingga Badan Amal

Kamis 15 Apr 2021 07:35 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Pengusaha AS Bernie Madoff

Pengusaha AS Bernie Madoff

Foto: www.huffingtonpost.com
Madoff dipenjara karena rekayasa penipuan yang diperkirakan mencapai Rp 946 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Penipu skema ponzi terbesar yakni Bernard Madoff meninggal dunia pada Rabu (14/4). Madoff meninggal pada usia 82 tahun di penjara saat menjalani hukuman 150 tahun.

Seorang juru bicara Biro Penjara Federal mengatakan Madoff meninggal di Pusat Medis Federal, Butner, Carolina Utara. Kematiannya dikarenakan Madoff menderita penyakit ginjal dan beberapa penyakit medis lainnya.

Baca Juga

Madoff dipenjara karena rekayasa penipuan yang diperkirakan mencapai 64,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 946,08 triliun (kurs Rp 14.600 per dolar AS). Hakim yang menghukumnya pada Juni 2009 mengutuk kejahatannya sebagai sangat jahat.

Pada Februari 2020, Madoff meminta pembebasan dengan belas kasih dari penjara sehingga dia bisa meninggal di rumah. Hanya saja, hakim yang sama menolak permintaan tersebut.

Pengacara Madoff yakni Brandon Sample mengatakan, hingga kematiannya, Madoff hidup dengan rasa bersalah dan penyesalan atas kejahatannya. “Meskipun kejahatan yang dihukum karena apa yang dilakukan Bernie, tapi dia juga seorang ayah dan suami. Dia berbicara lembut dan intelektual,” kata Sample dikutip dari Reuters, Rabu (14/4).

Marc Litt yang memimpin penuntutan Madoff mengatakan kematiannya menutup babak gelap penipuan dan keserakahan yang merusak kehidupan puluhan ribu korban. “Pantas dia meninggal di penjara,” tutur Litt.

Madoff menyembunyikan penipuannya melalui beberapa resesi dan serangan 11 September 2001 namun krisis keuangan 2008 membuktikan kehancurannya. Sebab, investor menuntut 7 miliar dolar AS yang tidak dimilikinya.

Madoff ditangkap pada 11 Desember 2008 setelah mengaku kepada putra-putranya Mark dan Andrew bahwa bisnis investasinya telah menjadi satu kebohongan besar. Selanjutnya, mereka mengungkapkan skema tersebut kepada pihak berwenang.

Ribuan korban Madoff, besar dan kecil, termasuk individu, badan amal, dana pensiun, dan dana lindung nilai. Beberapa diantaranya yakni aktor Kevin Bacon, Kyra Sedgwick, dan John Malkovich. Begitu juga pitcher Hall of Fame bisbol Sandy Koufax dan badan amal yang terkait dengan sutradara Steven Spielberg.

Mantan pemilik New York Mets, klien lama Madoff, berjuang selama bertahun-tahun untuk menurunkan tim bisbol yang bagus karena kerugian yang mereka derita. Yayasan pemenang hadiah Nobel Perdamaian Elie Wiesel juga kehilangan 15,2 juta dolar AS.

“Bernie Madoff meninggalkan hidup saya 11 Desember 2008, ketika saya mengetahui bahwa dia mencuri semua uang saya,” kata Ronnie Sue Ambrosino, seorang warga Surprise, Arizona, yang keluarganya kehilangan 1,6 juta dolar AS.

Madoff juga pernah menjadi pembuat market terbesar di Nasdaq, setelah menjabat sebagai ketua non-eksekutifnya. Perusahaan pialangnya terletak di menara Midtown Manhattan yang dikenal sebagai Lipstick Building.

Karyawan di perusahaan tersebut merasa seperti bagian dari keluarga Madoff.

Mereka tidak mengetahui Madoff menjalankan penipuannya di lantai yang berbeda. Madoff mengatakan penipuannya dimulai pada awal 1990-an, tetapi jaksa dan banyak korban percaya itu dimulai lebih lama lagi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA