Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Polisi Perketat Pengamanan Objek Vital di Papua 

Kamis 15 Apr 2021 07:14 WIB

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Foto: Antara
Pengamanan dilakukan pascapembakaran helikopter di bandara Aminggaru Ilaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mangatakan, pihaknya tengah melakukan pengetatan terhadap pengamanan objel vital di Papua. Itu dilakukan setelah adanya kasus pembakaran helikopter di bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua beberapa waktu lalu.

"Kapolda Papua telah menginstruksikan kepada jajarannya bersama tni untuk meningkatkan menjaga objek vital yang dijaga secara ketat terutama di bandara," ungkap Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/4).

Dikatakan Ramadhan, saat ini, personel TNI-Polri juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran helikopter tersebut. Apalagi, identitas pelaku pembakaran dari KKB Papua sudah diketahui dan dikantongi oleh personel TNI-Polri. 

"Kami sampaikan bahwa kondisi helikopter yang dibakar dalam keadaan rusak dan tidak bisa terbang. Bersyukur kita dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa," ungkap Ramadhan.

Sebelumnya, KKB membakar satu unit helikopter di Bandar Udara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Ahad (11/4) malam. Aparat TNI-Polri kini masih memburu kelompok yang melakukan aksi tersebut dan menyatakan akan menindak tegas. Helikopter yang dibakar adalah milik PT Ersa Eastern Aviation. 

"Ini merupakan aksi teror KKB yang kesekian kalinya terhadap dunia penerbangan di Papua, terakhir bulan lalu mereka menyandera pilot yang berkebangsaan Selandia Baru,” kata Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, dalam siaran persnya . 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA