Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

AS Tanggapi Serius Upaya Iran Murnikan Uranium 60 Persen

Kamis 15 Apr 2021 06:28 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Program nuklir Iran

Program nuklir Iran

Foto: AP/Reuters/Aljazairah
Iran mengatakan akan memperkaya uranium hingga 60 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyebut pengumuman Iran tentang niat memulai memperkaya uranium dengan kemurnian 60 persen adalah langkah provokatif, Rabu (14/4). Dia menegaskan langkah tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keseriusan Teheran atas pembicaraan nuklir di Wina.

"Kami menanggapi dengan sangat serius pengumuman provokatifnya tentang niat untuk mulai memperkaya uranium pada 60 persen," kata Blinken pada konferensi pers di markas NATO di Brussels, mengacu pada Iran.

Iran telah mengatakan akan memperkaya uranium hingga 60 persen sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas nuklirnya belum lama ini. Jumlah tersebut langkah besar mendekati 90 persen yang  bisa menjadi bahan bom nuklir.

"Saya harus memberi tahu Anda langkah yang mempertanyakan keseriusan Iran sehubungan dengan pembicaraan nuklir, seperti yang menggarisbawahi keharusan untuk kembali ke kepatuhan bersama dengan JCPOA," kata Blinken, mengacu pada kesepakatan nuklir, Rencana Aksi Komprehensif Bersama.

Negara-negara Eropa yang terlibat dalam kesepakatan nuklir Iran 2015 juga mengatakan langkah Iran tersebut bertentangan dengan upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan. Pekan lalu, Iran dan sesama penandatangan melakukan pembicaraan konstruktifbuntuk memulihkan kesepakatan yang dibatalkan oleh mantan pemerintahan Donald Trump.

Kesepakatan nuklir telah terurai karena Iran telah melanggar batas-batas pengayaan uraniumnya sebagai tanggapan terhadap penarikan AS dari perjanjian pada 2018. Washington pun menerapkan kembali sanksi ekonomi yang keras terhadap Teheran.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA