Kamis 15 Apr 2021 05:14 WIB

Elon Musk Serang Bill Gates The Plannedemic di Twitter

CEO Tesla Elon Musk menggunakan kartun politik anti-vaksin menyerang Bill Gates

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Sarkas Banget! Elon Musk Serang Bill Gates 'The Plannedemic' di Twitter! (Foto: Instagram Bill Gates)
Sarkas Banget! Elon Musk Serang Bill Gates 'The Plannedemic' di Twitter! (Foto: Instagram Bill Gates)

Beberapa waktu lalu, CEO Tesla Elon Musk menggunakan kartun politik anti-vaksin untuk menyerang Bill Gates dan Microsoft Zune. Musk seakan-akan mendukung seruan "The Plannedemic".

Kartun asli "The Plannedemik" ini dibuat oleh seniman konservatif Ben Garrison yang menggambarkan ilustrasi sang pandiri Microsoft terkait pandemi ini.

Namun, dilansir dari Business Insider di Jakarta, Rabu (14/4/21) Musk menghapus tweet tersebut sekitar dua jam kemudian, setelah dibagikan lebih dari 5.000 kali.

"The Plannedemic" menggambarkan Gates yang bersandar pada rencana langkah demi langkah untuk menanamkan ketakutan dengan pandemi virus corona hingga akhirnya meluncurkan meluncurkan wajib vaksin.

Baca Juga: Bukan Ikan Cupang, Isi Ikan di Akuarium Rumah Bill Gates Bikin Geleng-geleng Kepala!

Dalam versi yang diedit yang dibagikan oleh Musk, peluncuran vaksin telah dimajukan dalam daftar, dan langkah terakhir baru telah ditambahkan: "Zune Relaunch."

"Segera kamu akan merasakan keinginan aneh untuk Zune ..." Musk menulis tepat setelah tengah malam. Dalam Tweet tindak lanjut, yang juga dihapus, dia berkata, "Ini benar-benar terjadi."

Pemutar MP3 Zune Microsoft yang merupakan pesaing iPod, diluncurkan pada tahun 2006. Perusahaan menghentikan produksi Zune pada tahun 2011.

Melalui Bill and Melinda Gates Foundation, Gates telah lama menjadi pendukung vokal vaksin, termasuk vaksin Covid-19.

Beberapa yang menentang vaksin telah menyebarkan teori konspirasi tentang miliarder tersebut. Salah satu teori mengklaim tanpa bukti, bahwa Gates sedang berusaha secara diam-diam menanamkan microchip ke dalam populasi melalui vaksin Covid-19. Gates telah membantah teori semacam itu.

Tidak jelas mengapa Musk menghapus tweet tersebut atau apakah dia bermaksud memicu ketakutan tentang vaksin Covid-19 dengan membagikan kartun anti-vaksin. Padahal, kartunis aslinya, Garrison telah diskors dari Twitter.

Anti-Defamation League (ADL) mengatakan pada 2017 bahwa Garrison telah menerbitkan kartun yang "terang-terangan anti-Semit". Juli lalu, Garrison menggugat ADL dan meminta ganti rugi sekitar USD10 juta (Rp146 miliar), menurut pengaduan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS di Virginia.

Di situsnya, Garrison menerbitkan pernyataan yang menyertai kartun asli "The Plannedemic", yang bunyinya sebagai berikut:

"Mengapa seorang mantan kutu buku komputer dan maestro begitu tertarik pada vaksinasi dan penyakit? Mungkin karena kekayaannya lebih dari USD100 miliar dan mengira ia memiliki dunia. Ia juga ingin memberi pengaruh pada kemanusiaan. Menyingkirkan kelebihan manusia itu."

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement