Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Peneliti CSIS Ragukan Parpol Akomodasi Partisipasi Publik

Kamis 15 Apr 2021 03:13 WIB

Red: Bayu Hermawan

Peneliti CSIS Arya Fernandes (kiri)

Peneliti CSIS Arya Fernandes (kiri)

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Parpol dinilai belum bisa akomodasi secara penuh partisipasi publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes meragukan partai politik di Tanah Air, karena belum bisa mengakomodasi secara penuh partisipasi publik. Terutama dalam hal pembuatan siklus kebijakan atau policy cycle.

"Saya tidak begitu yakin bahwa partisipasi publik itu benar-benar diakomodasi partai politik," katanya di Jakarta, Rabu (15/4).

Keraguan tersebut mulai dari perencanaan dan perumusan kebijakan, konsultasi publik hingga proses pengundangan sebuah peraturan daerah. Sebagai contoh, lanjut dia, dalam lima tahun terakhir peraturan daerah bisa melalui inisiatif eksekutif maupun legislatif. 

Baca Juga

Dalam perumusannya, baik pemerintah maupun wakil rakyat membahas secara bersama. Namun, berdasarkan beberapa temuan CSIS, pembuatan peraturan daerah hanya sebatas proses politik saja di DPRD. 

Artinya, hanya diputuskan secara bersama antara legislatif dan eksekutif dan jarang sekali partisipasi publik dilibatkan penuh. "Mungkin hanya sebatas formalitas saja," ucapnya.

Kendati demikian, ia tidak menampik peraturan atau kebijakan yang betul-betul lahir dari bawah juga ada di beberapa tempat. Sebagai contoh Undang-Undang Desa. Namun, kebanyakan hasil peraturan atau kebijakan di daerah lahir dari hasil kesepakatan antara eksekutif dan legislatif saja. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA