Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Entrepreneur Muda Ini tak Tergiur Gunakan Market Place

Rabu 14 Apr 2021 23:55 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

(Foto: ilustrasi fashion show)

(Foto: ilustrasi fashion show)

Foto: Pikist
Dimas konsisten hanya menjual komoditi melalui situs tersendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jual beli daring semakin hari kian menjamur di negeri ini. Salah satu yang bergeliat tentu seputar tata busana. Ditunjang kemudahan yang ditawarkan market place, para pemilik toko daring dimanjakan dengan berbagai fasilitas penjualan yang disediakan mulai dari gratis ongkos kirim hingga cash back.

Tapi hal ini tidak berlaku bagi pemilik toko tata busana daring heymale.id, Dimas Mairyan. Dimas konsisten hanya menjual komoditi melalui situs tersendiri. Ia menggunakan heymale.id dengan 645 ribu pengikut dan heylocal.id dengan 1,6 Juta pengikut di media sosial instagram, menjadi salah satu role model dan contoh sukses bagi jenama tata busana lokal yang berani bersaing dengan market place melalui penjualan di situs pribadi. 

Meski terkesan lebih sulit dan cenderung tidak praktis namun, kata dia, nyatanya penjualan jenama miliknya masih lebih dari sekedar cukup. Pria berusia 27 tahun ini mengaku di awal sempat menggunakan jasa market place. Tapi perputaran uang yang terlalu lama ditambah berbagai masalah antara pembeli dan penjual yang kerap tak tuntas membuatnya beralih. 

"Produk kami hampir selalu habis dalam hitungan jam ketika diluncurkan. Tapi pemasukan yang kami terima tidak bisa langsung dicairkan karena harus melalui beberapa tahapan di market place. Daripada kami stuck, lebih baik kami jual di situs kami sendiri," ujar Dimas ketika berbagi kisah inspiratifnya di Jakarta, Rabu (14/4).

photo
Entrepreneur muda Tanah Air Dimas Mairyan (kanan). - (Dok. Pri)
Tentu bukan perkara mudah mengalihkan kebiasaan masyarakat berbelanja via market place ke situs brand tersendiri. Apalagi jika tidak memiliki basis pembeli loyal. Namun, menurut dia, heymale.id dengan jumlah pengikut 675 ribu di sosial media instagram membuktikannya dengan penjualan konsisten. 

"Sama sekali gak gampang buat memindahkan mereka yang terbiasa belanja di market place ke situs kami. Sampai sekarang bahkan masih banyak yang tanya akun resmi kami di market place. Tapi kami terus berusaha membuat mereka nyaman dalam proses order. Kami percaya Kualitas akan menghasilkan pembelian dan pengalaman positif serta kenyamanan transaksi pasti membuahkan repeat order," kata Dimas.

Penerapan metode penjualan ini juga dilakukan jenama tata busana heylocal.id. Ini merupakan salah satu lini bisnis Dimas, yang dikelola secara penuh sang istri Nadya Rosmalina. Memproduksi berbagai jenis barang khusus wanita muslim, penjualan brand ini bersaing ketat dengan heymale.id. Berbagai ulasan positif wara wiri di sosial media terkait brand dengan pengikut lebih dari 1,6 Juta di sosial media instagram ini.

Tagline womens truly sweetheart dipegang teguh Nadya demi para pembeli yang rela berjibaku di situs ketika pembukaan pesanan. "Kami sadar brand kami sedikit berbeda. Kalau yang lain cukup klik lalu bayar, di kami pembeli juga harus berusaha ekstra ketika open order. Gak sedikit yang sudah menunggu tapi gak kebagian," kata Nadya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA