Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Rusia Respons Ancaman Militer NATO

Rabu 14 Apr 2021 14:35 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera Rusia

Bendera Rusia

Rusia telah mengerahkan pasukan perbatasan sebelah Barat untuk melawan latihan tempur

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Menteri Pertahanan Rusia  Sergei Shoigu mengatakan, Rusia merespons atas apa yang ia sebut ancaman militer dari NATO. Ia menambahkan, Rusia telah mengerahkan pasukan perbatasan sebelah Barat untuk melawan 'latihan tempur'.

"Merespons aktivitas militer persekutuan yang mengancam Rusia kami mengambil langkah yang tepat," kata Shoigu dalam pidatonya yang disiarkan di televisi seperti dikutip media Turki, Daily Sabah, Rabu (14/4).

Baca Juga

Shoigu mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan Nato mengerahkan pasukan ke perbatasan antara negara-negara Eropa dengan Rusia. Ia menambahkan pasukan itu berpotensi melancarkan serangan di kawasan Laut Hitam dan Baltik.

"Saat ini Amerika memindahkan pasukan dari benua Amerika Utara menyeberangi Laut Atlantik menuju Eropa, pasukan di Eropa dipindahkan ke perbatasan Rusia, pasukan utama dikonsentrasikan di Laut Hitam dan kawasan Baltik," kata Shoigu dalam sebuah rapat di Severomorsk.

Menteri itu mengatakan, sekitar 40 ribu pasukan dan 15 ribu unit senjata dan peralatan militer termasuk perangkat penerbangan strategis dikonsentrasikan dekat wilayah Federasi Rusia. Beberapa pekan terakhir Moskow melakukan penumpukan pasukan di perbatasan sebelah timur Ukraina dan Krimea.

Penumpukan pasukan di wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014 itu, meningkatkan ketegangan di kawasan. Selasa (13/4), Rusia menyebut AS sebagai musuh dan meminta kapal-kapal perang AS untuk menjauh dari Krimea 'demi kebaikan mereka sendiri'.

Moskow menyebut, pengerahan pasukan di Laut Hitam bertujuan untuk memprovokasi Rusia, dirancang untuk menguji saraf mereka. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA