Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Pertamina Lifting Perdana Pertamax dari Kilang RU II Dumai

Rabu 14 Apr 2021 12:37 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (tengah) saat meninjau Kilang Refinery Unit (RU) II Dumai, Riau.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (tengah) saat meninjau Kilang Refinery Unit (RU) II Dumai, Riau.

Foto: Dok PT Pertamina (Persero)
Lifting perdana Pertamax dari Kilang RU II Dumai sebanyak 45 ribu barel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka meningkatkan ketahanan stok nasional bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan bagi masyarakat, Pertamina melalui Refinery Unit (RU) II Dumai berhasil lakukan lifting perdana produk Pertamax.

Kegiatan lifting perdana tersebut ditandai dengan diangkutnya produk Pertamax dengan menggunakan kapal MT Kirana Dwitya sebanyak 45 ribu barel dengan tujuan RU III Plaju. Hadir pada kesempatan tersebut General Manager RU II Didik Bahagia, serta jajaran Tim Manajemen Pertamina RU II.

Didik menjelaskan, produksi High Octane Mogas Component (HOMC)-Pertamax dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan mogas khususnya Pertamina area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). "Produksi Pertamax ini diharapkan akan meningkatkan pencapaian Yield Valuable Product RU II," ujarnya.

Baca Juga

Persiapan produksi dan lifting ini berawal dari dilakukannya Plant Test di unit penghasil mogas components (Platforming I dan Platforming II) tanggal 21-26 Februari 2021 dengan hasil comply spesifikasi Pertamax sesuai Surat Keputusan (SK) Dirjen Migas No. 3674K/24/DJM/206. Kemudian pada tanggal 24 Maret hingga 2 April 2021 dilakukan optimasi blending produksi di tangki.

Inisiatif ini merupakan komitmen nyata seluruh perwira RU II untuk terus menerus berinovasi menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. "Produksi ini juga menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap produk Pertamax," ucap Didik melanjutkan.

Didik menambahkan, tahap selanjutnya akan dilakukan lifting kedua sebanyak 45 ribu barrel yang direncanakan pada 25-26 April 2021. "Semoga keberhasilan produksi dan lifting Pertamax di Kilang Pertamina RU II menjadi kontribusi nyata bagi ketahanan stok nasional untuk BBM yang ramah lingkungan," tuturnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA