Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Sejumlah Anggota DPR Disuntik Vaksin Nusantara Hari Ini

Rabu 14 Apr 2021 12:32 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena

Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena

Foto: Istimewa
Sebelumnya, vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah anggota Komisi IX DPR akan disuntik vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (14/4) hari ini. "Jam 10 pagi bersama teman-teman," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena, Rabu (14/4).

Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait rencana vaksinasi hari ini. "Setelah vaksin saja (keterangan lebih lanjut)," ujarnya.

Baca Juga

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya. Sebab, beberapa syarat belum terpenuhi diantaranya Cara Uji Klinik yang Baik (Good Clinical Practice), Proof of Concept, Good Laboratory Practice dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (Good Manufacturing Practice).

Penny menuturkan, BPOM mendukung berbagai pengembangan vaksin asalkan memenuhi kaidah ilmiah untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat, dan bermutu. BPOM mengatakan, sudah melakukan pendampingan yang sangat intensif dimulai dari sebelum uji klinik, mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK), dan ada komitmen-komitmen yang harus dipenuhi.

BPOM juga sudah melakukan inspeksi terkait vaksin Nusantara. Menurut Penny, jika ada pelaksanaan uji klinik yang tidak memenuhi standar-standar atau tahapan-tahapan ilmiah yang dipersyaratkan, maka akan mengalami masalah dan tidak bisa lanjut ke proses berikutnya.

"Tahapan-tahapan tersebut tidak bisa diabaikan, dan pengabaian itu sangat banyak sekali aspeknya di dalam pelaksanaan uji klinik dari fase 1 dari vaksin dendritik. Dan itu sudah disampaikan kepada tim peneliti tentunya untuk komitmen adanya corrective action, preventive action yang sudah seharusnya diberikan dari awal tapi selalu diabaikan tetap tidak bisa nanti kembali lagi ke belakang," ujar Penny, Selasa (13/4).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA