Rabu 14 Apr 2021 12:27 WIB

AS Tarik Pasukan, Taliban Berpotensi Kembali Berkuasa

Penundaan kepulangan tentara AS sebagian besar karena alasan logistik.

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle
Brian Harris/Planet Pix/ZUMA/picture alliance
Brian Harris/Planet Pix/ZUMA/picture alliance

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan penarikan seluruh pasukan dari Afganistan pada 11 September mendatang. Hari kepulangan para tentara tersebut menandai 20 tahun serangan teroris bersejarah di World Trade Center di New York.

Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump menetapkan tanggal penarikan pasukan pada 1 Mei 2021, tetapi Presiden Biden menundanya hingga September.

Menyusul rencana penarikan pasukan AS, anggota NATO mengadakan konferensi video pada hari Rabu (14/4). NATO memiliki 9.600 personel di Afganistan dan 2.500 di antaranya adalah tentara AS.

Hanya beberapa jam setelah pengumuman Biden, juru bicara Taliban mengatakan, kelompok militan tidak akan menghadiri pertemuan puncak yang direncanakan diadakan di Turki sampai semua pasukan asing meninggalkan negara itu.

"Sampai semua pasukan asing benar-benar menarik diri dari tanah air kami, [kami] tidak akan berpartisipasi dalam konferensi apa pun," bunyi cuitan juru bicara Taliban Mohammad Naeem di Twitter.

Kabul diprediksi berjuang tanpa bantuan Washington

Penarikan pasukan militer tidak akan bergantung pada situasi di lapangan, meski ada kekhawatiran Taliban mendapat keuntungan besar atas rencana itu.

"Presiden (Biden) menilai, pendekatan berbasis kondisi, yang telah berlangsung selama dua dekade terakhir adalah 'resep' yang akan menetap di Afganistan selamanya," kata salah seorang pejabat AS.

Penundaan kepulangan tentara AS sebagian besar karena alasan logistik. Intelijen AS merilis laporan yang menemukan, Pemerintah Afganistan akan berjuang sendiri dalam melawan Taliban.

Pejabat itu mengatakan, pasukan AS telah memperingatkan Taliban agar tidak melakukan serangan terhadap pasukan saat mereka bersiap untuk meninggalkan negara itu.

"Kami telah mengingatkan Taliban dengan tegas, jika mereka melakukan serangan terhadap AS atau pasukan sekutu saat kami melakukan penarikan, kami akan membalas dengan keras," tambahnya.

Taliban yakin menang melawan pasukan pemerintah

Mantan Presiden Trump membuat kesepakatan dengan Taliban pada Februari 2020 untuk menarik pasukan AS pada Mei 2021, selama kelompok itu berjanji tidak mendukung al-Qaeda dan ekstremis lainnya.

Pemerintahan Trump juga mencoba membuka jalan bagi negosiasi perdamaian antara pemerintah Afganistan yang diakui secara internasional dan Taliban, meski pembicaraan sejak tahun lalu itu terhenti.

Laporan intelijen nasional AS menyatakan bahwa Taliban "yakin dapat mencapai kemenangan militer."

ha/pkp (AP, AFP, dpa, Reuters)

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement