Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Hong Kong Gelar Pemilu Akhir Tahun

Rabu 14 Apr 2021 12:00 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

 Chief Executive Hong Kong Carrie Lam.

Chief Executive Hong Kong Carrie Lam.

Foto: AP/Vincent Yu
Undang-undang baru pemilu Hong Kong condong ke pro-Beijing.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan pemilihan legislatif wilayah semi-otonom China akan berlangsung pada Desember, Selasa (13/4). Pemilihan ini terjadi setelah lebih dari setahun ditunda oleh pihak berwenang dengan alasan risiko kesehatan masyarakat dari pandemi virus Corona.

Lam mengatakan, pemilihan akan berlangsung pada 19 Desember. Pemilihan tersebut pada awalnya dijadwalkan akan diadakan pada September lalu.

Untuk mendukung proses tersebut, Lam mengatakan, undang-undang akan diubah sehingga membuat para pemilih yang tidak memilih atau memberikan suara kosong atau tidak sah akan menjadi ilegal. Meskipun pemilih memiliki kebebasan buat memboikot pemungutan suara atau memberikan suara sesuai keinginan mereka.

"Ketika seseorang dengan sengaja menghalangi atau mencegah siapa pun untuk memberikan suara pada pemilu, kami akan menganggapnya sebagai perilaku korup," kata Lam.

Pemilihan untuk Komite Pemilihan yang akan memilih pemimpin kota dan 40 anggota parlemen akan diadakan pada 19 September. Pemilihan untuk kepala eksekutif akan berlangsung pada 27 Maret 2022.

Lam berbicara sehari sebelum pembacaan pertama draf amandemen berbagai undang-undang di legislatif kota. kegiatan tersebut untuk mengakomodasi perubahan yang direncanakan Beijing pada sistem pemilihan kota itu.

Beijing pada Maret, mengumumkan perubahan pada sistem pemilihan Hong Kong. Perubahan ini memutuskan memperluas jumlah kursi di badan legislatif sambil mengurangi jumlah kursi yang dipilih langsung yang awalnya 35 menjadi 20.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya dua fase untuk mengendalikan protes politik dan oposisi di Hong Kong. China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong tahun lalu dan menindaklanjuti tahun ini dengan mengubah proses pemilihan.

Dalam badan legislatif yang beranggotakan 70 orang, pemilih akan memilih separuh anggota dan separuh lainnya dipilih oleh daerah pemilihan yang mewakili berbagai profesi dan kelompok kepentingan. Banyak daerah pemilihan condong ke pro-Beijing, memastikan bahwa sayap mayoritas di badan legislatif.

Sebuah badan baru yang terpisah juga akan dibentuk untuk meninjau kualifikasi calon pejabat di Hong Kong untuk memastikan bahwa kota tersebut diatur dalam bahasa pemerintah adalah patriot. Badan baru akan memiliki 20 anggota terpilih, ditambah 30 dipilih oleh daerah pemilihan dan 40 oleh Komite Pemilihan. Komite juga akan bertambah dari 1.200 menjadi 1.500 anggota didominasi oleh pendukung pemerintah pusat di Beijing.

sumber : ap/reuters/berbagai sumber
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA