Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Wagub NTT Ultimatum Pemda tak Tumpuk Logistik Lima Jam Lebih

Rabu 14 Apr 2021 10:07 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Suasana Desa Waimatan yang ditinggalkan warganya mengungsi akibat tanah longsor di Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad(11/4/2021). Selain karena trauma terjadi longsor susulan, sebanyak 121 kepala keluarga dengan total 389 jiwa di Waimatan yang mengungsi tersebut meminta pemerintah untuk segera merelokasi mereka agar bisa segera bangkit dari keterpurukan pascabencana.

Suasana Desa Waimatan yang ditinggalkan warganya mengungsi akibat tanah longsor di Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad(11/4/2021). Selain karena trauma terjadi longsor susulan, sebanyak 121 kepala keluarga dengan total 389 jiwa di Waimatan yang mengungsi tersebut meminta pemerintah untuk segera merelokasi mereka agar bisa segera bangkit dari keterpurukan pascabencana.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Dua desa sempat tidak dapat dijangkau dengan transportasi darat maupun laut.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi mengatakan telah mengultimatum pemerintah daerah untuk tidak menumpuk bantuan logistik lebih dari lima jam yang didatangkan dari posko.

"Kami sudah memberikan ultimatum kepada daerah, tidak boleh lebih dari lima jam ditumpuk, harus didistribusikan semua. Tidak boleh ada penumpukan di gudang," ujar Josef.

Josef mengatakan akan aktif memantau distribusi bantuan logistik langsung dari jarak dekat agar penyaluran bantuan merata dan tepat sasaran. Diakuinya, sejumlah bantuan logistik yang diberikan masih salah sasaran.

Dia meminta hal itu tidak boleh terjadi lagi agar tidak memancing kemarahan publik. Josef mengatakan akan menggelar rapat dengan anggota pemerintahan di daerah agar lebih teliti memberikan bantuan sehingga tepat sasaran.

Adapun kendala pendistribusian bantuan logistik, kata Josef, berasal dari Desa Lipan dan Desa Tido. Dua desa tersebut dilaporkan sempat tidak dapat dijangkau dengan transportasi darat maupun laut. Namun pada Ahad (11/4), prajurit TNI AD dan Brimob Polri telah sampai di dua desa tersebut untuk memberikan bantuan.

"Tadi sore, kami mendapat laporan lagi terjadi longsoran di Lipan dan Tido. Oleh sebab itu teman-teman di daerah terutama unsur Polri dan Polres sudah mengantisipasi, dan malam ini mereka dengan alat berat sudah turun ke lapangan," ujar dia.

Baca juga : Tol Serang-Panimbang Seksi 1 Dipastikan Selesai Bulan Ini

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA