Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

30 Marinir Meksiko Ditangkap Terkait Kasus Orang Hilang

Rabu 14 Apr 2021 06:59 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah

Marinir Meksiko (ilustrasi).

Marinir Meksiko (ilustrasi).

Foto: Reuters/Carlos Jasso
Tamaulipas menjadi wilayah yang telah lama dilanda kekerasan.

REPUBLIKA.CO.ID, MEKSIKO CITY -- Sebanyak 30 marinir di Meksiko ditangkap sehubungan dengan hilangnya sejumlah orang di Tamaulipas pada 2014. Mereka menjalani pemeriksaan di Kejaksaan.

“Ada 30 anggota angkatan laut yang diperiksa oleh Kejaksaan Agung Meksiko pada 9 April, sesuai dengan surat perintah penangkapan atas dugaan kejahatan penghilangan paksa orang,” ujar sekretariat angkatan laut dalam sebuah pernyataan, dilansir Aljazirah, Selama (13/4).

Pernyataan tersebut tidak memberi rincian mengenai kasus dugaan kejahatan tersebut. Namun, penangkapan personel angkatan laut Meksiko disebut terkait dengan penyelidikan atas insiden yang terjadi di Nuevo Laredo, Tamaulipas, negara bagian yang berbatasan dengan Amerika Serikat (AS).

Tamaulipas menjadi wilayah yang telah lama dilanda kekerasan terkait dengan perdagangan narkoba. Negara bagian ini juga mencatat jumlah orang hilang tertinggi di Meksiko, secara khusus di daerah yang menuju ke perbatasan dengan AS.

Sebagian besar orang yang hilang diduga memiliki masalah dengan kartel narkoba. Meski demikian, aparat penegak hukum, terutama polisi negara bagian dan kota juga mendapat tuntutan atas masalah ini.

Langkah Kejaksaan Meksiko saat ini menandai penahanan terbesar personel militer sehubungan dengan penghilangan paksa dalam beberapa tahun terakhir di negara Amerika Latin itu. Pemerintah telah mengumumkan bahwa surat perintah penangkapan sedang dipersiapkan terhadap personel militer dan polisi atas hilangnya 43 siswa dari sekolah Ayotzinapa di negara bagian selatan Guerrero pada 2014, tetapi belum secara resmi melaporkan apakah surat perintah tersebut telah dilaksanakan.

Pada akhir 2006, saat pemerintah melancarkan serangan militer terhadap kartel narkoba, dan Desember 2020, Meksiko mencatat hingga 80.517 laporan orang hilang. Pada periode yang sama, sekitar 300 ribu orang telah terbunuh, dengan sebagian besar kematian diyakini terkait dengan kelompok kejahatan terorganisir.

Angkatan laut Meksiko dalam sebuah pernyataan mengatakan telah menyerahkan anggota personel yang diminta oleh kejaksaan dengan sangat mematuhi protokol yang berlaku. Dengan demikian, diharapkan penyelidikan dapat berjalan lancar.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA