Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Muslim AS Bersyukur Masjid Dibuka Meski dengan Pembatasan

Rabu 14 Apr 2021 06:58 WIB

Red: Agung Sasongko

Seorang pengacara untuk kantong Muslim Islamberg berdoa di sebuah masjid di Tompkins, New York. Muslim Amerika memiliki sejarah 400 tahun yang lalu

Seorang pengacara untuk kantong Muslim Islamberg berdoa di sebuah masjid di Tompkins, New York. Muslim Amerika memiliki sejarah 400 tahun yang lalu

Foto: theconversation.com
Tahun lalu kebanyakan masjid ditutup dan menjadi lokasi vaksinasi covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Amira Shourbaji, 38 tahun seorang dosen paruh waktu di Michigan, merasa bersyukur kembali dapat menikmati bulan suci Ramadhan. Meski masih dalam suasana pandemi, kehadiran Ramadhan disambutnya dengan penuh suka cita. 

Tahun lalu, masjid di dekat tempat tinggal Amira ditutup sesuai dengan aturan yang diberlakukan pemerintah AS selama pandemi. Kini, masjid tersebut dibuka meski dengan pembatasan dan pemberlakukan protokol kesehatan secara ketat. 

Baca Juga

"Saya yakin kondisinya lebih baik dari tahun lalu,"ungkap Sourbaji kepada Huffpost, Rabu (14/4).

Amira telah menjalani vaksinasi begitupula suami dan putrinya. Amira pun berencana menggelar buka bersama dengan keluarga lainnya yang telah menjalani vaksinasi. Bahkan putrinya berharap ibunya mengizinkannya mengundang teman-temannya yang sudah menjalani vaksinasi. 

“Ini memberi kami harapan bahwa tahun depan akan sedikit lebih normal,” kata Amira. 

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA