Rabu 14 Apr 2021 00:41 WIB

Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, akan Pengaruhi Imunitas?

Tidak ada perbedaan kondisi imunitas tubuh setelah vaksin selama bulan puasa.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Andi Nur Aminah
Petugas menyuntikan vaksin Covid-19 kepada seorang lansia pada hari pertama bulan Ramadhan 1442 H di Rumah Sakit Dr Suyoto, Jakarta, Selasa (13/4/2021). Kementerian Kesehatan tetap melangsungkan vaksinasi COVID-19 saat umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang didasari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 13 tahun 2021 tentang vaksinasi COVID-19 tidak membatalkan puasa.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Petugas menyuntikan vaksin Covid-19 kepada seorang lansia pada hari pertama bulan Ramadhan 1442 H di Rumah Sakit Dr Suyoto, Jakarta, Selasa (13/4/2021). Kementerian Kesehatan tetap melangsungkan vaksinasi COVID-19 saat umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang didasari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 13 tahun 2021 tentang vaksinasi COVID-19 tidak membatalkan puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proses vaksinasi Covid-19 masih terus berlangsung secara bertahap untuk seluruh lapisan masyarakat. Namun, memasuki bulan puasa, adakah pengaruh khusus dari proses vaksinasi terhadap imunitas tubuh seseorang?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara, Kathi Swaputri Kancana, menyatakan tidak ada perbedaan kondisi imunitas tubuh setelah vaksin selama bulan puasa ataupun ketika tidak berpuasa. Justru, puasa membuat imunitas meningkat.

Baca Juga

Kathi menjelaskan, hal tersebut didukung oleh pola makan teratur orang yang berpuasa saat sahur dan berbuka. Karena itu, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap diperbolehkan meskipun sedang berpuasa.

Dia mengutip pandangan pakar ahli kepala laboratorium Universitas Fakeeh, Dubai, Paalat Menon. Menurut Menon, selama berpuasa, respons imun meningkat dua kali lipat. Pasalnya, setelah 12 jam pascapuasa, makrofag pada sistem imun bekerja lebih cepat membersihkan sel-sel mati dalam tubuh.

"Proses tersebut disebut autofagi, di mana sistem imun kita menjadi lebih sensitif. Itulah juga mengapa puasa sangat baik untuk pasien-pasien dengan diabetes, tuberkulosis, dan penyakit metabolik lainnya," ujar Kathi melalui rilis pers Primaya Hospital Group yang diterima Republika.co.id, Selasa (13/4).

Pada dasarnya, Kathi menekankan tidak ada dampak atau efek khusus dari vaksinasi Covid-19 saat berpuasa. Setelah divaksin, tubuh mulai merespons dengan membentuk antibodi yang tercapai maksimal hingga 28 hari setelah pemberian dosis kedua.

Dalam beberapa kasus, memang terjadi reaksi seperti nyeri pada bekas suntikan yang akan hilang sekitar dua hari setelah vaksinasi. Sementara, reaksi lain seperti kelelahan merupakan respons tubuh yang sedang bekerja membentuk antibodi.

Baca juga :  Alasan Vaksinasi Bukan Jaminan Bebas Covid-19

Mendapatkan vaksinasi Covid-19 atau tidak, selama bulan puasa Kathi menyarankan umat Islam menjaga pola makan yang baik. Hal itu disebutnya sangat penting untuk tetap menjaga daya tahan tubuh.

"Karbohidrat dan protein sebagai sumber energi tentunya harus kita konsumsi selama bulan puasa. Asupan vitamin, termasuk vitamin D, juga dapat membantu mempertahankan daya tahan tubuh selama pandemi di bulan Ramadhan ini," kata Kathi.

Ketua gugus Covid-19 Primaya Hospital Bekasi Barat, Yoana Periskila, mengingatkan agar sebelum jadwal vaksinasi, peserta harus dalam kondisi kesehatan yang stabil, istirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi dengan takaran cukup untuk tubuh. Peserta juga tidak mengalami demam, sesak, batuk, dan penyakit komorbid.

Sesudah vaksinasi Covid-19, peserta dianjurkan untuk beristirahat dan melakukan kegiatan ringan. Jika terdapat seseorang yang merasa lemas ketika berpuasa dan mendapat vaksinasi Covid-19, sebaiknya peserta langsung beristirahat.

"Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk selalu memperhatikan kondisi fisik tubuh sebelum vaksinasi Covid-19, baik ketika berpuasa maupun tidak sedang berpuasa," tutur Yoana.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Infeksi Tropis Primaya Hospital Makassar, Rachmat Latief, mengatakan hal serupa, bahwa puasa bukan penghalang melakukan pemberian vaksinasi Covid-19.

Perlangsungan kekebalan imunitas Vaksin Covid-19 sama saja, baik sebelum puasa maupun saat berpuasa. Khusus kelompok lanjut usia (lansia), pembentukan antibodi akan tetap terbentuk walaupun tidak secepat pada masyarakat usia muda.

Baca juga : Tips Latih Anak Berpuasa di Tengah Pandemi

Oleh karena itu, pemberian vaksin Covid-19 pada lansia harus diberi jarak 28 hari agar tubuh memiliki kesempatan untuk membentuk antibodi. Sehingga, pada hari ke-28, tubuh akan diberi booster lagi dengan dosis vaksin kedua.

Pemberian vaksin Covid-19, baik sedang berpuasa maupun ketika tidak berpuasa, ujar Rachmat, harus tetap memperhatikan kontraindikasi. Misalnya, apakah seseorang memiliki penyakit penyerta (komorbid) atau tidak.

Khusus lansia, perlu ditekankan apakah telah memenuhi penilaian skor RAPUH (Resistensi, Aktivitas, Penyakit Lebih dari 4 Hari, Usaha Berjalan, dan Hilangnya Berat Badan). Selain itu, harus dibedakan apakah penerima vaksin yang merasakan efek lemas, memang karena berpuasa atau karena hal lain.

"Kondisi badan lemas ketika berpuasa biasanya disebabkan oleh penurunan kadar glukosa saat pagi hingga siang hari, di mana setelah itu tubuh akan berproses mencukupkan kadar glukosa dalam darah dengan mengambil glukosa cadangan dalam tubuh. Hal ini sama sekali tidak berdampak pada pascapenyuntikan vaksin Covid-19," ungkap Rachmat.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement