Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Operasi SAR Pencarian Korban Seroja di NTT Diperpanjang

Selasa 13 Apr 2021 22:48 WIB

Red: Bayu Hermawan

Sejumlah warga mengamati proses pencarian korban hilang dalam tanah longsor di Desa Waematan, Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/4/2021). Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan relawan telah berhasil mengevakuasi 18 korban meninggal dan saat ini masih melakukan pencarian terhadap delapan korban hilang tertimbun material batu dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu (4/4) dini hari.

Sejumlah warga mengamati proses pencarian korban hilang dalam tanah longsor di Desa Waematan, Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/4/2021). Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan relawan telah berhasil mengevakuasi 18 korban meninggal dan saat ini masih melakukan pencarian terhadap delapan korban hilang tertimbun material batu dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu (4/4) dini hari.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Perasi SAR pencarian korban bandai Seroja seharusnya berakhir pada 12 April.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Operasi pencarian dan pertolongan terhadap 22 korban yang belum ditemukan akibat bencana banjir lahar hujan dari puncak Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur diperpanjang tiga hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana mengatakan operasi SAR pencarian para korban badai seroja, sebelumnya sudah berlangsung tujuh hari dan berakhir pada Senin (12/4). Menurutnya, berdasarkan persetujuan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan serta Direktur operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyetujui untuk perpanjangan operasi SAR di Kabupaten Lembata selama tiga hari.

Sudayana menambahkan perpanjangan operasi pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tim SAR gabungan dengan Pemerintah Kabupaten Lembata bahwa operasi SAR perlu dilakukan untuk mencari 22 korban hilang yang belum ditemukan itu. Ia mengatakan, operasi SAR pencarian terhadap para korban yang masih belum ditemukan di Kabupaten Lembata diperpanjang tiga hari mulai 13-15 April 2021.

Baca Juga

"Operasi SAR di Kabupaten Lembata dilanjutkan lagi hari ini hingga 15 April 2021 untuk mencari 22 korban yang belum ditemukan," tegas I Putu Sudayana.

Banjir lahar hujan sebagai dampak badai siklon tropis seroja yang melanda Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengakibatkan 46 orang warga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 22 orang lainnya masih belum ditemukan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA