Masjid Darussalam Tiadakan Tradisi Pembagian Bubur Samin

Red: Agung Sasongko

 Selasa 13 Apr 2021 20:40 WIB

Suasana pembagian bubur samin di Masjid Darussalam, Jayengan, Solo. Ramadhan tahun ini, Masjid Jayengan tidak membagikan bubur samin karena pandemi Covid-19. Foto: Republika/Binti sholikah Suasana pembagian bubur samin di Masjid Darussalam, Jayengan, Solo. Ramadhan tahun ini, Masjid Jayengan tidak membagikan bubur samin karena pandemi Covid-19.

Dua tahun tradisi pembagian bubur samin ditiadakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Masjid Darussalam Kota Solo, Jawa Tengah kembali meniadakan tradisi Ramadhan pembagian bubur Samin. "Dua tahun ini ditiadakan. Memang sebaiknya jangan membuat bubur Samin dulu karena mengundang kerumunan," kata Takmir Masjid Darusalam Rosyidi Mochdlor di Solo, Selasa (13/4).

Ia mengatakan pada kondisi normal dalam satu hari bubur Samin bisa dibagikan kepada minimum 500 orang. Biasanya warga mulai mengantre setelah salat Ashar. Bahkan, tidak jarang bubur yang dibagikan bisa lebih dari 1.000 porsi.

"Antrean ini yang dikhawatirkan menimbulkan kerumunan, sulit untuk memastikan jaga jarak karena biasanya yang datang sangat banyak," katanya.

Baca Juga

Apalagi, dikatakannya, untuk waktu pembagian juga dibatasi, yaitu usai Ashar hingga menjelang Magrib. Ia mengatakan pendeknya waktu pembagian tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Terkait hal itu, diakuinya, tidak sedikit masyarakat yang menanyakan pembagian bubur Samin mengingat selama ini cukup banyak warga dari luar kota yang sengaja datang ke Solo untuk bisa menikmati sajian tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Play Podcast X