Warga Benhil Semarakkan Ramadhan dengan Penjualan Takjil

Red: Ani Nursalikah

 Selasa 13 Apr 2021 20:45 WIB

Warga Benhil Semarakkan Ramadhan dengan Penjualan Takjil. Warga membeli takjil dan makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Selasa (13/4). Pada hari pertama puasa, Pasar Takjil Benhil mulai dipadati sejumlah pedagang   dengan tetap menerapkan protokol kesehatan diantaranya menyediakan handsanitizer, menggunakan masker serta pengaturan jarak fisik antar pedagang, hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran covid-19. Republika/Thoudy Badai Foto: Republika/Thoudy Badai Warga Benhil Semarakkan Ramadhan dengan Penjualan Takjil. Warga membeli takjil dan makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Selasa (13/4). Pada hari pertama puasa, Pasar Takjil Benhil mulai dipadati sejumlah pedagang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan diantaranya menyediakan handsanitizer, menggunakan masker serta pengaturan jarak fisik antar pedagang, hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran covid-19. Republika/Thoudy Badai

Pedagang bersyukur tahun ini diizinkan berjualan di Benhil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Bendungan Hilir (Benhil) kembali memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan berjualan takjil di sepanjang Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Menjelang ifthar atau buka puasa hari pertama Ramadhan 1442 Hijriyah, sejumlah pedagang telah bersiap menjajakan takjil sejak pukul 16.00 WIB.

"Macam-macam ada kolak, mi goreng sampai gorengan dan es buah kami jual," kata Rizki (21 tahun), salah satu pedagang takjil di Benhil, Selasa (13/4).

Baca Juga

Rizky ialah salah warga Jalan Pancamarga yang kini mendadak menjadi pedagang takjil. Di hari biasanya, ia dan sang ibu berjualan sop daging dan soto mi yang biasanya ramai pada siang hari saat karyawan istirahat.

Selain Rizky, warga Pancamarga lainnya, Irma (41) juga berjualan aneka hidangan pembatal puasa, mulai dari lontong, gorengan seperti pastel dan tahu berontak, hingga kolak pisang yang sudah dibungkus dalam gelas plastik. Sehari-hari, ia berjualan gorengan di depan rumahnya.

Namun, omzet yang bisa ia raup bisa dua kali lipat saat Ramadhan. "Mungkin bisa sampai Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu kalau habis semuanya," kata Irma.

 

Berita Lainnya

Play Podcast X