Taat Prokes Saat Ramadhan, Bukti Ikhtiar Orang Beriman

Rep: Fuji E Permana/ Red: Esthi Maharani

 Rabu 14 Apr 2021 05:45 WIB

Umat Muslim Indonesia shalat selama sholat Tarawih pertama pada malam Ramadhan Foto: EPA-EFE/ADI WEDA Umat Muslim Indonesia shalat selama sholat Tarawih pertama pada malam Ramadhan

Menerapkan prokes saat beribadah merupakan ciri keimanan kepada Allah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar menyampaikan, menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam menjalankan kegiatan ibadah Ramadhan merupakan ciri keimanan kepada Allah SWT.

"Manusia tidak boleh berhenti berikhtiar, namun kita juga tidak boleh takabur dalam arti menganggap ikhtiar kita itu sudah segalanya," kata Fuad melalui pesan tertulis kepada Republika, Selasa (13/4).

Ia mengatakan, selain menerapkan protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19 yang sedang dijalankan pemerintah saat ini merupakan suatu upaya dalam memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. Tapi manusia tidak boleh lupa bahwa kekuasaan mutlak tetap ada pada kehendak Allah SWT.

"Kita juga tidak boleh melupakan bahwa kekuasaan mutlak itu ada pada kehendak Allah SWT. Itu hal yang menjadi sikap mental sebagai manusia yang beriman," ujar Fuad.

Menjalani ibadah Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 ini, ia mengingatkan, semestinya semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan umat Islam. Karena banyak hikmah yang bisa dipetik dalam situasi sulit seperti saat ini.

"Bagaimana hubungan kita kepada sesama manusia harus semakin baik dan membersihkan diri kita dari hal-hal yang membuat kita jauh dari tugas dan misi kita sebagai hamba Allah di dunia," ujarnya.

Sebelumnya, Fuad juga menyarankan agar kegiatan sahur dan buka puasa bersama dilakukan di rumah masing-masing. Hal ini dalam rangka mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

Baca juga : Hikmah Ibadah Ramadhan Saat Pandemi Covid-19

"Kegiatan masyarakat khas Ramadhan yang berpotensi menimbulkan kerumunan sebaiknya dihindari. Seperti sahur dan buka puasa bersama, sebaiknya di rumah saja," kata Fuad.

Selain kegiatan sahur dan buka puasa bersama, Fuad mengatakan, sejumlah kegiatan masyarakat lainnya yang menjadi budaya di bulan Ramadhan seperti ngabuburit hingga takbir keliling sebaiknya tidak dilakukan. Mengingat penularan Covid-19 masih terjadi di Indonesia.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X