Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Kemendikbud Pilih 359 Desa Ikuti Program Pemajuan Kebudayaan

Selasa 13 Apr 2021 16:52 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, program Pemajuan Kebudayaan akan bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT).

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, program Pemajuan Kebudayaan akan bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT).

Foto: Kemendikbud
Kemendikbud gandeng Kemendes untuk gelar Program Pemajuan Kebudayaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan telah memilih 359 desa yang akan mengikuti program Pemajuan Kebudayaan Desa. Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, program ini akan bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT).

"Kita melihat, bahwa agenda pemajuan kebudayaan ini bisa bergerak dengan kokoh kalau dia memang mengakar. Jadi, bukan sesuatu yang cuma hidup di kota, ada festival sebentar. Tapi akarnya ini ada di desa," kata Hilmar, dalam telekonferensi, Selasa (13/4).

Menurut Hilmar, masalah global yang dihadapi Indonesia saat ini berasal dari berbagai bidang. Salah satu masalah yang harus diatasi adalah modernitas yang jalan tanpa kendali, tanpa penyaring sehingga justru memberikan dampak negatif. Terkait hal tersebut, dibutuhkan cara yang efektif untuk mengurangi dampak negatif.

Jawaban dari masalah modernitas yang tidak terkendali, kata Hilmar, bisa dicari di desa. "Di banyak tempat masih menjalankan adat kebiasaan yang menjadi bekal sebetulnya untuk hari ini. Membekali kita di dalam masyarakat modern ini untuk bisa lebih awas, lebih cermat menghadapi tantangan," kata dia.

Pemerintah menilai selalam ini desa hanya menjadi objek pembangunan. Melalui program ini, Hilmar ingin desa menjadi subjek dan mengarahkan modernitas agar lebih terkendali sehingga dapat lebih bermanfaat terhadap kehidupan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA