Hidup Singkat, Jangan Sia-Siakan Waktu

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 14 Apr 2021 01:45 WIB

Hidup Singkat, Jangan Sia-Siakan Waktu. Foto: Sunah Nabi Ketika Waktu Maghrib (ilustrasi) Foto: pxhere Hidup Singkat, Jangan Sia-Siakan Waktu. Foto: Sunah Nabi Ketika Waktu Maghrib (ilustrasi)

Manusia telah diingatkan agar tak menyia-nyiakan waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Allah SWT telah mengingatkan manusia lewat surat Al-Asr ayat 1-3 agar tidak menyia-nyiakan waktu. Sebab, waktu seperti pedang yang setiap saat bisa memotong kepala kita jika kita tidak memperhatikan waktu dengan seksama.

"Jangan pernah kita menyia-nyiakan waktu jika tidak ingin mendapat kerugian," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Gunawan Budiyanto, saat kultum jelang tarawih pertama di Masjid KH Ahmad Dahlan UMY, Senin (12/4).

Ia menilai, kemajuan teknologi telah membuktikan dimensi ruang dan waktu telah dapat dikalahkan akal. Dengan kemajuan alat telekomunikasi, kemajuan teknologi elektronika, kita dapat melihat kejadian yang terjadi di luar ruang pengawasan.

Contohnya, lanjut Gunawan, kita bisa melihat peristiwa yang terjadi ratusan, bahkan sampai ribuan kilometer pada waktu yang sama. Meski begitu, ia mengingatkan, waktu bukan kekuasaan manusia yang dapat dikendalikan semaunya.

"Kita tidak bisa mengulang waktu satu jam yang lalu dan kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi 10 menit kemudian karena manusia mahluk yang penuh kelemahan," ujar Gunawan.

Lewat surat Al-Asr juga, Gunawan mengingatkan, melalui waktu kualitas manusia terbagi menjadi tiga. Manusia diberi akal pintar untuk bisa mencari tahu, manusia pintar melakukan yang diketahui dan manusia yang harus pintar memilih.

Menurut Gunawan, tugas kita cuma memilih untuk menjadi sukses atau tidak, serta memilih untuk menjadi orang yang beriman atau mengingkarinya. Jadi, ia menekankan, sebisa mungkin kita bisa memiliki tiga kualitas tersebut.

Baca juga : Hikmah Puasa dalam Pandangan Said Nursi

Untuk itu, ia menegaskan, hidup itu tentang sebuah pilihan dan semua kembali kepada diri masing-masing. Karenanya, kita bisa mengambil pelajaran dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang bertaqwa.

"Taqwa itu orang beriman yang mengerjakan tiga level yaitu taat, konsisten dan komitmen. Mari lakukan itu untuk menjadi manusia yang berkualitas," kata Gunawan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X