Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

KKP Ajak Masyarakat Penuhi Protein Ikan Selama Puasa

Selasa 13 Apr 2021 15:46 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution / Red: Hiru Muhammad

Pekerja memindahkan ikan teri yang ditangkap nelayan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta, Rabu (7/4/2021). Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan sektor perikanan tangkap mampu memberikan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kepada negara mencapai Rp12 triliun pada tahun 2024.

Pekerja memindahkan ikan teri yang ditangkap nelayan di Pelabuhan Muara Angke Jakarta, Rabu (7/4/2021). Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan sektor perikanan tangkap mampu memberikan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kepada negara mencapai Rp12 triliun pada tahun 2024.

Foto: WAHYU PUTRO A/Antara
sumber protein pada ikan juga bisa menunjang aktivitas masyarakat dalam berpuasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat untuk tetap menjaga asupan protein  elama bulan puasa dengan mengonsumsi ikan. Terlebih pasokan ikan di berbagai daerah dipastikan aman dan bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

"Tak perlu khawatir, ikan sebagai sumber protein pasokannya cukup memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga lebaran 2021," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti di Jakarta, Selasa (13/4).

Ia mengatakan, per 31 Maret 2021, KKP telah bersurat ke Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan di seluruh Indonesia meminta untuk menggelar pasar ikan murah Ramadhan, baik secara online maupun offline.

Artati menjelaskan, penyelenggaraan secara online dilakukan melalui aplikasi Pasar Laut Indonesia dan bekerjasama dengan market place. Sementara pasar offline, bisa dilakukan di pasar tradisional, pasar ikan modern, atau tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat dengan  tetap menjalankan protokol kesehatan."Kami berharap pemerintah daerah bisa berperan aktif dalam penyelenggaraan dan melibatkan UMKM setempat," katanya.

Artati menambahkan, sumber protein yang terdapat pada ikan juga bisa menunjang aktivitas masyarakat selama berpuasa. Merujuk kajian praktisi pangan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, disebutkan bahwa asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna, tengiri, sardines, belut, bandeng, dan patin, bisa mengontrol rasa lapar dalam tubuh.

Tak hanya itu, meski diolah dengan beragam proses seperti direbus, digoreng, dioven dan sebagainya, asam lemak omega-3 dari ikan bisa tahan hingga suhu 180 celcius

“Ini menjadi rujukan bahwa kita masih dapat memanfaatkan efek dari asam lemak omega-3 dari ikan goreng, penyetan, semur ikan, maupun ikan kaleng," sambungnya.

Karena itu, Artati mengajak masyarakat untuk mulai menghadirkan ikan di meja makan, baik saat berbuka maupun sahur. "Dengan begitu banyaknya manfaat ikan, semoga puasa kita lancar dan kita bisa fokus ibadah," tuturnya.

Direktur Logistik Direktorat Jenderal PDSPKP, Innes Rahmania, memaparkan, berdasarkan analisis data tahun 2020 dan prognosa 2021, diperkirakan kebutuhan ikan selama April-Mei 2021 mencapai 2.522.500 ton. Adapun proyeksi ketersediaan ikan sebesar 2.696.000 ton atau mencatatkan surplus.

“Permintaan ikan diprediksi meningkat di minggu pertama Ramadhan dan stabil kembali di minggu kedua hingga jelang lebaran. Tujuh hari setelah lebaran, permintaan ikan diprediksi naik lagi untuk kebutuhan hotel, restoran, katering dan oleh-oleh,” kata Innes.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memastikan KKP sudah menyusun sejumlah strategi untuk menjaga pasokan tetap aman dan mengantisipasi tingginya harga ikan selama Ramadhan dan Lebaran 2021.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA