4 Sunnah yang Bisa Dilakukan Selama Puasa

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani

 Selasa 13 Apr 2021 14:59 WIB

Ilustrasi Berpuasa Foto: Pixabay Ilustrasi Berpuasa

Sunah yang bisa dilakukan seperti mengakhirkan sahur hingga memperbanyak amal baik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, ada beberapa sunnah yang bisa Anda ikuti. Ustadz Firman Arifandi menulis dalam bukunya berjudul NASTAR (Nanya-nanya Seputar Ramadhan), amalan sunnah dianjurkan untuk dilakukan agar mendapat poin lebih dalam berpuasa. Berikut empat sunnah yang bisa Anda lakukan:

1. Mengakhirkan sahur
Ini menjadi anjuran tersendiri dalam berpuasa di mana disunnahkan bagi seseorang untuk sedikit mengakhirkan waktu sahurnya mendekati subuh. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad saw,

لاَ تَزَالُ أُمَّتيِ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُورَ

Dari Abu Zar al-Ghifari r.a dengan riwayat marfu’ “Umatku senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur,” (HR Ahmad).

2. Segera berbuka
Saat berbuka puasa justru dianjurkan untuk lebih diawalkan setelah masuk waktu maghrib. Penjelasannya adalah sahur sedikit diakhirkan agar asupan yang masuk ke tubuh belum terkuras banyak saat memasuki waktu puasa. Sementara itu, anjuran mensegarakan buka adalah supaya tidak lemas saat sudah waktunya maghrib dan tidak kekenyangan saat akan tarawih. Dalil sunnah ini sama seperti hadits riwayat Ahmad yang di poin pertama.

3. Imsak atau menahan diri dari keburukan
Kata imsak tidak hanya bermakna menahan diri dari makan dan minum saat puasa. Imsak juga bermakna menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk seperti berkata bohong, menipu, berkata tidak sepantasnya, dan lain-lain.

مَنْ لمَ يَدَع قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حاَجَةٌ فيِ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابُهُ

Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan kotor dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dia untuk meninggalkan makan minumnya (puasanya),” (HR Bukhari, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, dan Ibnu Majah).

إِذَا كاَنَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثَ وَلاَ يَصْخَبَ فَإِن شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتِلُهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

Dari Abi Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu melakukan rafats dan khashb pada saat berpuasa. Bila seseorang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, ‘Aku sedang puasa,’” (HR Bukhari dan Muslim).

4. Perbanyak amal baik
Keberkahan yang Allah telah janjikan di bulan Ramadhan sangat banyak dan itu bukan suatu janji belaka. Perlu disoroti, keberkahan dan pahala melimpah di bulan Ramadhan tidak datang begitu saja. Pahala yang berlipat ganda akan diberikan bagi mereka yang melakukan ibadah ekstra. Selain puasa, orang tersebut juga mengaji, bersedekah, zikir, dan lain-lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X