Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Legislator Minta Masyarakat tak Ragu Vaksin Sinovac

Selasa 13 Apr 2021 14:43 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo

Foto: dok istimewa
Legislator juga mendorong pemerintah dalam percepatan penemuan vaksin dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengapresiasi transparansi pemerintah China terkait efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Menurutnya, masyarakat tak perlu ragu terkait vaksin tersebut. 

"Bahwasanya vaksin Sinovac masih cukup efektif dalam melawan Covid-19. Seyogyanya kita semua dan saya mengajak kepada masyarakat kita tidak perlu risau dan ragu terhadap vaksin ini, meskipun adanya informasi pengakuan China," ujar Rahmad lewat keterangan tertulisnya, Selasa (13/4). 

Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa efektivitas vaksin untuk Covid-19 minimal 50 persen. Sedangkan berdasarkan uji klinis tahap III di Indonesia, efektivitas vaksin Sinovac sebesar 65 persen. 

Baca Juga

"Berdasarkan informasi dari Kemenkes, vaksin yang kita gunakan masih cukup efektif untuk menekan laju penularan dan memberikan perlindungan kepada yang divaksin. Dan tentu kita bersyukur para nakes kita telah selesai di vaksin," ujar Rahmad. 

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab saat ini, keberadaan vaksin semakin terbatas akibat seluruh negara berebut mendapatkan barang tersebut. 

"Kita percayakan penuh kepada pemerintah dalam percepatan penemuan vaksin dalam negeri. Serta mendorong perluasan kerjasama produsen di luar yang telah dilakukan MOU dengan pemerintah Indonesia," ujar Rahmad. 

Berdasarkan makalah yang dirilis peneliti Brasil, uji coba tahap tiga di negara Amerika Latin itu menunjukkan efektivitas vaksin Sinovac hanya 49,1 persen bila dosis pertama dan kedua diberikan kurang dari tiga minggu. Di bawah standar yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar 50 persen.  

Namun, efektivitasnya naik hingga 62,3 persen bila dosis pertama dan kedua diberikan tiga pekan atau lebih. Artinya, efektivitasnya di atas 50 persen. China mengembangkan empat vaksin dalam negeri yang sudah digunakan masyarakat dan vaksin kelima untuk penggunaan darurat. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA