Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Penataan Jembatan Merah Bisa Seiring dengan Program Pusat

Selasa 13 Apr 2021 14:38 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pekerja mengecat Jembatan Merah, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/3/2021). Pengecatan bangunan cagar budaya yang dibangun pada tahun 1809 tersebut agar tetap terawat.

Pekerja mengecat Jembatan Merah, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/3/2021). Pengecatan bangunan cagar budaya yang dibangun pada tahun 1809 tersebut agar tetap terawat.

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Banyak tempat bisa dibangun jadi wisata sejarah dan museum di sekitar Jembatan Merah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pimpinan DPRD Kota Surabaya mengusulkan kepada dinas kebudayaan dan pariwisata setempat agar Jembatan Merah menjadi kawasan wisata heritage yang bisa mendukung dunia pariwisata di Kota Pahlawan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya A.H. Thony mengatakan, konsep Jembatan Merah menjadi kawasan heritage bisa disatukan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021.

"Kawasan wisata heritage yang memang jika dikembangkan ini sangat luar biasa. Apalagi mau dihidupkannya kembali jalur rempah," kata Thony.

Menurut dia, jika kawasan Jembatan Merah dikelola dengan baik maka akan menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tentunya, lanjut dia, bisa menghasilkan pendapatan daerah.

"Ini juga akan menjadi energi pemulihan ekonomi yang luar biasa di Kota Surabaya," ujarnya.

Thony menilai perkembangan kebudayaan di Kota Surabaya masih relatif stagnan dengan diperlihatkan dari minimnya ruang-ruang galeri seni dan budaya serta panggung pentas seni.

Selain itu, ia mempertanyakan dalam Laporan Keterangan Pertangunggajawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran 2020 di sektor seni dan budaya disebutkan bahwa Indeks Budaya Lokal Kota Surabaya meningkat 88,65 persen dibanding tahun 2016 yang hanya mencapai 69,37 persen.

"Kami melihatnya dari mana indikator peningkatannya tersebut," kata A.H Thony.

Ia kembali menambahkan, banyak lokasi dan tempat yang bisa dibangun menjadi wisata sejarah, heritage, wisata museum. Ia mencontohkan bekas Rumah Sakit Mardi Santoso di Bubutan yang sebelumnya di pakai restoran Hallo Surabaya.

Selain itu, kata dia, Penjara Kali Sosok itu bisa diambil alih pengelolaannya oleh Pemkot Surabaya, dan disulap menjadi museum atau wisata heritage. "Gedung eks RS Mardi Santoso atau Penjara Kalisosok memang milik negara, tapi dalam UU cagar budaya, pemerintah daerah boleh mengambil alih pengelolaannya," katanya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan pihaknya siap mendukung penuh acara Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 yang digelar Kemendikbud di Surabaya pada 28 Oktober 2021.

Eri mengatakan jauh hari punya keinginan Kota Surabaya nantinya menjadi kota wisata dengan menonjolkan pertama kalinya wisata air yang dimulai dari Jembatan Merah. Alasan dimulai dari Jembatan Merah karena di situ ada sejarahnya dan ada pula bangunan kota lamanya, seperti bangunan Bank Mandiri, Bank Indonesia dan beberapa kantor BUMN lainnya.

Untuk itu, kata dia, semua gedung-gedung itu merupakan satu kesatuan dari kota lama, sehingga Surabaya ke depannya bukan hanya kota jasa, tapi juga kota yang mempunyai sejarah yang hebat dan punya kota lama yang diakui.

"Saat ini kami sudah gerakkan semua tim. Jadi pada 28 Oktober 2021 merupakan gongnya kegiatan wisata di Surabaya. Sehingga harapan saya meskipun sudah selesai acara, tapi kegiatan wisata di kota lama itu akan terus jalan ke depannya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA